“Kemudian kami tentu juga melakukan analisa dan pengujian berbasiskan resiko, Jadi melakukan random pengujian juga. Dan itu saya kira akan menjadi resiko yang besar untuk ditemukan oleh BPOM apabila suatu perusahaan melakukan kecurangan,” lanjutnya.
Meski begitu, Penny tak memungkiri, BPOM akan kembali meningkatkan dan memperketat pengawasan dari sisi pos market. Dimana, nantinya pihaknya akan lebih jeli melakukan verifikasi juga terhadap data-data yang diberikan oleh industri farmasi.
“Mengingat bahwa di Indonesia ini perbedaan kapasitas dari industri dengan quality control yang baik tentunya bervariasi. Nah, itu menjadi pertimbangan kami dengan situasi yang kita hadapi ini bahwa kita akan lebih memperketat pre market dan juga ke depannya adalah post market, pengawasan terhadap obat jadinya juga akan kita lakukan secara berbasiskan resiko,” tegasnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.