Danau Biru sebelumnya hanya ditunjang 79 anak tangga yang langsung mengantar pengunjung ke tepi danau. Seiring eksplorasi secara intens oleh dinas pariwisata setempat, sejumlah fasilitas mulai dilengkapi semisal area parkir, tempat inap, deretan kios penjual, gazebo hingga kamar mandi dan ruang ganti pakaian.
Eksplorasi danau mulai dilakukan sejak 2017 silam dan terus dilakukan pembenahan fasilitas penunjangnya. Saat ini, objek wisata tersebut dikelola di bawah naungan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Walasiho.
Pengunjung cukup membayar tiket masuk senilai Rp2.000 bagi kendaraan roda dua dan Rp.5.000 untuk roda empat. Sementara itu di dalam kawasan danau telah dipersiapkan peralatan renang bagi pengunjung seperti ban dan perahu karet, jaket pelampung serta perlengkapan snorkeling.
(Foto: Muh Rusli/MNC Portal)
Wisatawan ramai berkunjung saat akhir pekan. Tak hanya pengunjung lokal di Sultra, turis mancanegara juga kerap datang menyambangi objek wisata eksotis ini.
Selain menjadi spot fotografi, kawasan pantai Danau Biru juga kerap menjadi tempat acara pertemuan penting hingga camping lho Okezoners.
Kades Walasiho, Teli mengatakan, Danau Biru menjadi salah satu penyumbang PAD di sektor wisata Kolut. Total pengunjung per tahun diperkirakan mencapai seratusan orang di luar hari libur nasional seperti Lebaran dan Tahun Baru. Melalui pendapatan yang dihasilkan, pihak BUMDes telah mempekerjakan tenaga kebersihan untuk menjaga kawasan tersebut steril dari sampah.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.