Salah satu pengemudi asal Pekalongan, Faizin mengungkapkan ketika perjalanannya dari Ciputat menuju Pekalongan ia melihat sosok pria berambut panjang yang berdiri di atas batu Bleneng.
Kisah lain mistis berikutnya datang dari seorang pekerja tol yang tewas ketika ditugaskan untuk menghancurkan batu bleneng menggunakan alat berat, akibat dari kejadian tersebut, jalur jalan tol terpaksa dibelokkan.
Bila ditinjau dari topografi jalan tol, kecelakaan yang terjadi selama ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Salah satunya akibat human error, yakni jalan yang lurus dan panjang menyebabkan pengemudi bisa tiba-tiba mengantuk.

Hal lain yang memungkinkan terjadinya kecelakaan adalah adanya tebing hasil dari pemotongan Gunung Salam dan mengapit jalan tol. Panjang masing-masing tebing sekitar 300 meter sedangkan puncak tebing tingginya sekitar 40 meter. Dari hasil pemotongan tersebut jalur tol berbentuk huruf S, yang membuat jalan jadi berkelok dan menanjak.
Sehingga diimbau bagi para pengemudi yang melintasi jalur ini, agar sellau berhati-hati dan tidak mengemudi dalam keadaan lelah, atau mengantuk. Selain itu juga tidak mengemudi dalam kecepatan di atas rata-rata.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.