Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Cuma Kurangi Sembelit, Begini 5 Manfaat Rajin Konsumsi Makan Berserat

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Senin, 24 Oktober 2022 |15:35 WIB
Tak Cuma Kurangi Sembelit, Begini 5 Manfaat Rajin Konsumsi Makan Berserat
Ilustrasi Makanan Berserat. (Foto: Shutterstock)
A
A
A

KITA memang disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung serat agar dapat memelihara mikroba baik di dalam usus. Kurang serat bisa berdampak langsung pada tubuh. Salah satu tanda yang bisa langsung kamu rasakan dari kurang serat yaitu sembelit, kenaikan berat badan, hingga fluktuasi gula darah.

Selain dapat membantu proses pencernaan makanan, mikroba ini juga akan memecah serat menjadi asam yang dapat merangsang aktivitas sel-sel imun. Untuk itu penting mencukupi kebutuhan serat tubuh dengan mengonsumsi buah, sayur, dan kacang-kacangan.

Serat pangan memang berbeda dengan komponen makanan lain seperti lemak, protein, atau karbohidrat yang dipecah dan diserap tubuh. Serat pangan justru melewati perut, usus kecil, dan usus besar secara relatif utuh, serta keluar dari tubuh.

Sebenarnya serat pangan adalah salah satu jenis karbohidrat. Hal yang khas adalah serat pangan berasal dari tumbuhan dan tidak dapat dicerna oleh usus halus. Jadi, serat pangan berbeda dengan jenis karbohidrat lain seperti nasi atau kentang yang dapat dipecah-pecah menjadi gula dan diserap oleh usus.

Melansir KlikDokter, berdasarkan Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, asupan serat pangan yang direkomendasikan dalam diet 2.000 kalori adalah 25 gram per hari untuk wanita dewasa dan 38 gram per hari untuk pria dewasa.

Makanan Kaya Serat

Selain serat pangan, ada juga yang namanya serat kasar. Perbedaan utama serat pangan dan serat kasar adalah serat pangan terdiri dari serat larut dan tidak larut dari makanan nabati yang mengandung pektin, gum, dan mucilage. Sedangkan serat kasar adalah bagian dari serat tidak larut yang terdapat pada bagian dinding sel tumbuhan yang dapat dimakan. Sebagian besar terdiri dari selulosa, lignin, dan pentosan.

Serat pangan masuk dalam jenis karbohidrat yang mengurangi kemungkinan sembelit. Sementara, serat kasar tidak termasuk karbohidrat, tapi merangsang pencernaan dan mendorong produksi bakteri usus yang penting.

Ada dua jenis serat pangan, yaitu serat larut (soluble fiber) dan serat tidak larut (insoluble fiber). Kedua jenis ini memiliki fungsi yang berbeda, yaitu:

1. Serat Larut

Manfaat serat larut di dalam air adalah memperlambat pencernaan dan penyerapan makanan di dalam usus. Efeknya, gula darah lebih stabil dan kolesterol darah lebih terkendali. Contoh makanan yang mengandung serat larut adalah inulin (banyak ditemukan pada tumbuh-tumbuhan seperti asparagus, bawang putih, dan lainnya), oatmeal, kacang tanah, kacang polong, biji chia, brokoli, wortel, apel, dan alpukat.

2. Serat Tidak Larut

Manfaat serat tidak larut adalah membantu memperlancar pergerakan usus sehingga mencegah sembelit. Contoh makanan yang mengandung serat tidak larut adalah gandum, roti gandum, beras cokelat, beras merah, timun, dan tomat.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement