TEMAN atau sahabat adalah orang yang menjadi tempat untuk berbagi setelah keluarga. Bahkan, setiap hari mungkin seseorang bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman atau sahabat untuk menjalani berbagai aktivitasnya dibandingkan dengan anggota keluarga.
Memiliki banyak teman atau sahabat memang membuat seseorang bisa terhidar dari rasa kesepian dan kebosanan, tergantung kenyamanan, sifat, dan kebiasaan setiap individu.
Tidak hanya itu, studi penelitian menyebutkan memiliki teman atau sahabat yang aktif bergerak, nyatanya sangat berpengaruh pada kesehatan dan arah hidup seseorang.
Hal ini diungkapkan lewat suatu studi penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Akademi Militer AS, yang mendapati orang-orang yang berada dalam kelompok sosial yang suka berolahraga lebih cenderung bisa aktif berolahraga dengan sendirinya. Artinya, memiliki teman atau sahabat yang lebih aktif bergerak dan produktif ternyata bisa memberi dampak positif terhadap seseorang, mengutip Dailymail, Minggu (23/10/2022).
Begitu juga sebaliknya, orang-orang yang berada dalam kelompok sosial yang relatif tidak aktif berolahraga akhirnya juga cenderung tidak aktif berolahraga atau dengan kata lain malas aktif bergerak.
Orang yang kesepian juga lebih cenderung menjalani gaya hidup yang tidak banyak bergerak, tanpa ada orang lain di sekitar hidupnya untuk memberikan dorongan. Temuan ini mengklaim bahwa pergaulan dan pertemanan seseorang, dapat menjadi dorongan penting bagi kesehatan dan arah hidup seseorang secara keseluruhan.
Penelitian digelar dengan mengumpulkan data dari tes kebugaran tahunan di kampus, para peneliti melihat dampak pengelompokan sosial terhadap kinerja dan aktivitas seseorang.
Orang-orang yang datanya dikumpulkan untuk penelitian ini dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat aktivitas fisiknya. Kelompok tidak banyak bergerak, sedang, dan kelompok sangat aktif. Hasilnya, orang - orang yang aktif berperan dalam memotivasi dan mendorong orang - orang yang awalnya tidak aktif untuk berolahraga.