5. Tetap terhidrasi: Ini simpel tapi suka dilupakan banyak orang karena dalih banyak kesibukan. Air membantu membersihkan natrium dan racun dari ginjal. Usahakan setidaknya minum 1,5 hingga 2 liter air dalam sehari. Terutama untuk orang yang sebelumnya memiliki batu ginjal, harus minum lebih banyak air untuk membantu mencegah timbunan batu ginjal di masa depan.
6. Jangan merokok: Merokok merusak pembuluh darah tubuh. Hal ini menyebabkan aliran darah lebih lambat ke seluruh tubuh dan ke ginjal. Ketika ginjal tidak memiliki aliran darah yang memadai, ginjal tidak dapat berfungsi pada tingkat yang optimal. Merokok juga sangat berpengaruh pada peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan kanker ginjal.
7. Berhati - hati dalam mengonsumsi obat – obatan: Jika seseorang sering minum obat pereda nyeri dan obat - obatan yang dijual bebas, kemungkinan besar itu dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen dan naproxen, dapat merusak ginjal jika seseorang meminumnya secara teratur untuk nyeri kronis, sakit kepala, atau radang sendi.
8. Tes fungsi ginjal: Jika seseorang berisiko tinggi mengalami kerusakan ginjal atau penyakit ginjal, ada baiknya untuk melakukan tes fungsi ginjal. Orang-orang yang lebih berisiko mengalaminya seperti orang berusia di atas 60 tahun, orang yang lahir dengan berat badan rendah, orang dengan penyakit kardiovaskular, orang dengan riwayat penyakit tekanan darah tinggi, dan orang yang gemuk (obesitas). Tes fungsi ginjal secara teratur, merupakan cara baik untuk mengetahui kesehatan ginjal seseorang yang bisa membantu memperlambat atau mencegah kerusakan di masa mendatang.
BACA JUGA:Jessica Iskandar Idap Tiroid, Apa Saja Gejalanya?
BACA JUGA:Mendiang Istri Drummer NOAH Idap Kanker Pembuluh Darah, Apa Gejalanya?
(rpa)
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.