Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Fakta Unik Pulau Paskah, Rumah Patung Moai yang Kerap Dijadikan Emoji

Sri Latifah Nasution , Jurnalis-Kamis, 20 Oktober 2022 |02:03 WIB
6 Fakta Unik Pulau Paskah, Rumah Patung Moai yang Kerap Dijadikan Emoji
Pulau Paskah di Chile (Foto: Shutterstock/T. Terziev)
A
A
A

PULAU Paskah (Rapa Nui) adalah pulau indah yang penuh dengan misteri dan keajaiban. Sejarah dan ilmuwan telah menghabiskan puluhan tahun mencoba memahami geologi dan budaya pulau itu, dan menguraikan makna di balik patung moai raksasa yang dibangun oleh orang-orang Rapa Nui awal.

Dari asal-usul penghuni pertama hingga penemuan ‘kepala Pulau Paskah’, berikut 6 fakta Pulau Paskah, sebagaimana dilansir dari Trafalgar.

1. Punya beberapa nama berbeda

Laksamana Belanda, Jacob Roggeveen, menjadi orang Eropa pertama yang mendarat di pulau terpencil ini pada Minggu Paskah tahun 1772, dan kemudian menamainya ‘Paasch-Eyland’ yang merupakan bahasa Belanda untuk 'Pulau Paskah' sebagai penghormatan.

Namun, nama asli pulau tersebut adalah Rapa Nui (Rapa Agung). Penduduk asli pulau menggunakan nama ini untuk pulau mereka, dan mereka akhirnya juga dikenal sebagai Rapa Nui.

Ada juga nama yang lebih tua untuk Pulau Paskah, yaitu Te Pito O Te Henua, yang berarti ‘Pusar Dunia’. Ada teori yang menyebutkan bahwa nama Rapa Nui merupakan nama pada pertengahan abad ke-19, ketika perampok budak Peru membandingkan pulau itu dengan pulau Rapa di Polinesia Prancis.

2. Pulau terpencil di dunia

Terletak di tenggara Samudra Pasifik, 3.800 km di lepas pantai tetangga terdekatnya, Chilli, Pulau Paskah adalah salah satu pulau berpenghuni paling terpencil di dunia. Pulau tersebut tetap menjadi wilayah Chili, tetapi masih membutuhkan setidaknya lima jam untuk sampai ke Pulau Paskah.

BACA JUGA: Kisah Pulau yang Dihuni Banyak Boneka Horor, Dihantui Arwah Gadis Tenggelam

Pulau Paskah di Chile

(Foto: Instagram/@nivieremike)

Satu-satunya cara untuk sampai ke sana adalah dengan pesawat, karena pulau tersebut tidak memiliki pelabuhan. Penerbangan terpendek adalah lima jam dari Santiago. Jika terbang dari Tahiti, dibutuhkan waktu perjalanan hingga tujuh jam.

Namun, dengan keberadaannya yang jauh, suasana di Pulau Paskah menjadi tenang dan damai. Selain itu, juga terbebas dari polusi, dan yang paling menyenangkan adalah perairan di pulau tersebut menjadi yang paling jernih di dunia.

Perairan di sekitar pulau ini transparan hingga kedalaman 50 sampai 60 meter. Ini adalah oasis bagi para perenang snorkel dan penyelam untuk mengagumi terumbu karang berwarna-warni, dan kehidupan bawah lautnya.

3. Kepala Suku Polinesia pertama kali menetap ratusan tahun lalu

Legenda mengatakan bahwa kepala suku pemberani, Hotu Matu'a, memimpin rakyatnya ke Pulau Paskah sekitar 800 hingga 1.700 tahun lalu.

Pulau Paskah di Chile

(Foto: Instagram/@taispozza)

Kepala suku dan orang-orangnya berasal dari Pulau Hiva di Polinesia (sekarang diyakini sebagai Kepulauan Marquesas), dan berlayar ke Pulau Paskah dengan kano besar.

Mereka menetap di pulau itu, memperkenalkan spesies baru, seperti pisang, tebu, dan ayam. Mereka tinggal jauh dari belahan bumi lainnya selama beberapa generasi, sampai penjelajahan Eropa tiba.

Diyakini bahwa telah ada populasi dengan jumlah ribuan yang hidup di pulau tersebut selama bertahun-tahun. Namun, setelah terjadinya perang saudara yang menghancurkan populasi, epidemi, perbudakan, kelaparan, dan penggundulan hutan, hanya 111 orang yang tersisa pada tahun 1877.

Saat ini, ada sekitar 8.000 orang yang tinggal di pulau itu, dan hampir setengahnya menganggap diri mereka sebagai penduduk asli Rapa Nui.

4. Moai diyakini merupakan perwakilan leluhur Rapa Nui

Salah satu elemen paling ikonik dari budaya Rapa Nui adalah moai besar. Moai adalah patung batu besar yang mewakili wajah para leluhur yang dipuja.

Mayat dikubur di bawah tanah dengan hanya wajah dan bahu yang berada di atas permukaan. Semua menghadap ke dalam dari garis pantai untuk melambangkan perlindungan bagi semua orang.

Awalnya, ada ribuan patung moai besar di Pulau Paskah, namun di beberapa titik di tahun 1700-an, ada perang saudara antara Rapa Nui.

Mereka memperebutkan sumber daya yang langka, dan juga saling merobohkan moai. Beberapa moai juga dicuri oleh kolektor sebelum pulau itu dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, pada tahun 1995.

BACA JUGA: Sering Dikunjungi Turis, Pulau Cantik Ini Ternyata Punya Radiasi Nuklir Berbahaya!

Pulau Paskah di Chile

(Foto: Instagram/@travelinsuranceofficeinc)

Sejak saat itu, banyak patung yang telah didirikan kembali di Pulau Paskah. Anda juga dapat mengamati sosok-sosok menarik pulau tersebut di Louvre, Paris, dan juga British Museum di London. Moai terbesar di Pulau Paskah bahkan bisa dilihat dari Google Earth, lho!

Ada banyak fakta dan teori tentang moai yang terkenal. Patung tersebut awalnya didirikan sebagai ‘kepala Pulau Paskah’, sebelum para arkeolog menemukan patung itu memiliki tubuh pada tahun 1914. Kepala raksasa patung sudah cukup mengesankan, dan sungguh luar biasa membayangkan betapa besar patung-patung ini dengan tubuh juga.

Bahkan, beberapa moai memiliki pukao, benda seperti topi di kepala mereka. Beberapa teori mengatakan itu mewakili rambut, sementara teori lain mengatakan itu adalah simbol kekuatan.

5. Rapa Nui memindahkan patung moai hingga 18 km

Moai yang besar dan kokoh diukir dengan pahat batu oleh penduduk pulau dari abu vulkanik yang mengeras, yang ditemukan di kawah gunung berapi Rano Raraku di pulau itu. Tidak ada yang benar-benar tahu, bagaimana mereka memindahkan patung-patung besar moai di sekitar pulau, karena tidak ada sejarah tertulis untuk membuktikannya.

Namun, mengingat ketinggian rata-rata moai adalah empat meter, dengan lebar 1,6 meter, dan berat sekitar 12,5 ton, pastilah merupakan prestasi yang benar-benar luar biasa untuk memindahkan moai sejauh 18 km melintasi pulau.

Beberapa teori mengatakan bahwa penduduk pulau menggunakan kombinasi tali, rol kayu, dan kereta luncur kayu. Namun, pada tahun 2011, para ilmuwan membuktikan bahwa hanya 18 orang yang dapat memindahkan replika moai setinggi tiga meter, dan berat lima ton dengan tiga tali yang kuat dan beberapa latihan.

Pulau Paskah di Chile

(Foto: Instagram/@culturallyours)

Tak jelas apakah metode ini akan berhasil di Paro, moai tertinggi yang pernah dibuat dengan tinggi hampir 10 meter, dan berat 82 ton, atau moai terberat yang mencapai berat 86 ton.

6. Gelar Festival Tapati Rapa Nui setiap tahun

Penduduk Pulau Paskah merayakan budaya mereka setiap tahun dengan Festival Tapati Rapa Nui. Festival tersebut diadakan selama dua minggu pertama bulan Februari, dengan kegiatan tradisional seperti ukiran kayu dan musik yang dimainkan dengan ukulele datar 8 senar yang unik.

Pulau ini juga terbagi menjadi dua kelompok selama festival. Kedua kelompok dipimpin oleh seorang ratu, dan ratu tim pemenang akan dinobatkan sebagai ‘Ratu Pulau’ hingga akhir tahun.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement