Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ahli Epidemiologi: Pemerintah Harus Tetapkan Kasus Gangguan Ginjal Akut Jadi KLB

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Senin, 17 Oktober 2022 |10:47 WIB
Ahli Epidemiologi: Pemerintah Harus Tetapkan Kasus Gangguan Ginjal Akut Jadi KLB
Ilustrasi (Foto: Freepik)
A
A
A

KASUS gangguan ginjal akut pada anak tengah terus menyorot perhatian masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Tercatat, sudah lebih dari 30 anak yang dilaporkan meninggal dunia akibat gagal ginjal akut yang penyebab pastinya sampai saat ini masih belum diketahui para ahli, alias masih misterius.

Menanggapi kasus gangguan ginjal akut yang juga terjadi pada ratusan, kurang lebih 152 anak dan 25 anak yang meninggal di Indonesia, Ahli Epidemiologi dari Griffith University Australia, Dicky Budiman dengan gamblang menyebutkan kejadian ini jadi cerminan nyata betapa masih buruknya sistem kesehatan masyarakat di Tanah Air.

"Kasus kematian anak, adalah indikator buruknya kesejahteraan, kemakmuran, dan kesehatan satu negara," ujar Dicky singkat saat dihubungi MNC Portal, Senin (17/10/2022).

Mengapa demikian? Dicky menuturkan, melalui angka kasus kematian anak karena suatu penyakit, mengindikasikan cara dan alur penanganan yang lamban di satu wilayah atau negara.

"Karena telat terdeteksi, terdiagnosis, dan ditangani, makanya anak bahkan ibu hamil meninggal dunia," serunya.

Dari kacamatanya sebagai ahli kesehatan, Dicky menyarankan beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah dan pihak terkait yang bertanggung jawab atas kejadian meninggalnya sejumlah anak akibat kasus penyakit gangguan ginjal akut ini.

Langkah pertama yakni mencari tahu inti penyebab masalah, yang mana saat ini diketahui tengah terus diinvestigasi oleh Kementerian Kesehatan Indonesia dan beberapa ahli lainnya.

Sementara itu, Dicky melihat, kemungkinan kaitan antara infeksi Covid-19 dengan isu ini jadi hal tak terelakkan mengingat saat ini kondisi yang ada memang masih pandemi Covid-19

"Ada kemungkinan masalah ini dampak dari pandemi alias Long Covid-19. Tapi, kesimpulan itu tidak bisa ditegakkan hingga semua data terkumpul. Tapi artinya, jangan abaikan dampak dari Covid-19 pada masalah ini," tegasnya lagi.

Selanjutnya, Dicky menyarankan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sudah harus dikeluarkan oleh pemerintah atas penyakit gangguan ginjal akut ini, mengingat sudah menelan korban jiwa meski kasusnya baru.

"Apabila ada kasus kematian anak di luar faktor umum (ISPA dan gangguan saluran cerna) itu, gagal ginjal akut harus menjadi kasus luar biasa (KLB) atau outbreak yang membutuhkan penanganan dan respons serius," pungkas Dicky.

Dengan respon serius dari pemerintah dan para pihak terkait terkait masalah ini, diharapkan akan bisa meminimalisir dampak buruk seperti misalnya peluang terjadinya peningkatan kematian pada anak, yang mana tentunya tidak diharapkan oleh semua orang.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement