SAKIT perut jadi salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi banyak orang sehari-hari. Kebanyakan orang memang pastinya pernah mengalami sakit perut selama hidupnya, yang dipicu oleh berbagai faktor.
Ya, seperti faktornya yang beragam, jenis sakit perut pun secara medis ternyata cukup banyak loh! Supaya penanganannya lebih tepat sesuai jenisnya, tidak ada salahnya untuk mengetahui apa saja jenis-jenis sakit perut beserta penyebabnya.
Mari simak penjelasannya di bawah ini, seperti dijelaskan oleh Dr. Lisa Ganjhu, profesor kedokteran klinis di divisi gastroenterologi dan hepatologi di NYU Langone Medical Center dan Dr. Badr Al Bawardy, seorang ahli gastroenterologi dari Yale Medicine, sebagaimana dilansir dari Huffington Post, Sabtu (8/10/2022)
1. Sakit karena Makanan: Makanan tertentu seperti buah-buahan berserat tinggi dan makanan kaya karbohidrat, bisa sangat sulit dicerna oleh sebagian orang yang bisa menyebabkan gas dan kembung. Makan berlebihan dan makan terlalu cepat juga dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan ketidaknyamanan pada perut. Menurut Dr. Lisa mengonsumsi obat-obatan tertentu secara rutin, seperti aspirin atau ibuprofen, ternyata juga bisa menyebabkan peradangan di perut yang bisa menyebabkan rasa sakit di perut.
2. Sembelit: Alias jarang buang air besar adalah salah satu penyebab utama ketidaknyamanan yang terjadi pada perut. Biasanya disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan seperti obat-obatan, kurang olahraga, diet dan perubahan gaya hidup. Disebutkan Dr. Lisa, jika seseorang merasakan sakit akibat sembelit dan mereka sama sekali tidak mengosongkan perutnya, atau memiliki usus yang tidak lengkap, maka perlu minum obat pencahar atau enema untuk mengobatinya.
3. Irritable Bowel Syndrome: Irritable Bowel Syndrome (IBS), disebut jadi salah sat penyebab paling umum dari sakit perut dan mempengaruhi 10 sampai 15 persen dari populasi manusia. Gejala IBS biasanya terjadi ketika seseorang sakit perut dan mengalami kebiasaan buang air besar yang tidak teratur seperti diare atau sembelit, dan rasa sakit yang membaik atau memburuk ketika buang air besar. Rasa sakit yang ditimbulkan IBS bisa ringan atau parah, mulai dari kram perut hingga pembengkakan perut dan gas yang berlebihan yang sering menyebabkan otot usus besar berkontraksi terlalu sering di bagian bawah perut.
. Pergerakan makanan dalam perut: Dikenal sebagai gastroparesis, lambatnya pengosongan makanan dari lambung ke usus halus. Makanan ini nantinya akan terkumpul di perut yang dapat memicu kembung, nyeri, mual, dan rasa kenyang setelah beberapa suapan makanan. Kondisi seperti ini, dikatakan lebih sering terjadi pada orang tua dan orang-orang yang sering merasa cemas dan stres
5. Pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan (SIBO): Terjadi ketika ada peningkatan jumlah bakteri yang tidak normal di usus kecil. Bisa disebabkan oleh stres, perjalanan, penggunaan antibiotik, penggunaan alkohol, dan obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu mikrobioma. SIBO sering menyebabkan kembung dengan rasa sakit luar biasa karena udara akan terperangkap di usus kecil atau usus besar yang biasanya juga disertai rasa kenyang dan mual.
6. Alergi makanan: Intoleransi makanan dapat menyebabkan sakit perut dan kembung dalam beberapa jam setelah makan. Alergi terhadap makanan tertetu, bisa membuat sistem pencernaan kekurangan enzim tertentu, yang diperlukan untuk memecah makanan tertentu. Intoleransi makanan yang paling umum diakibatkan oleh laktosa (susu), histamin (bahan kimia yang secara alami terjadi pada keju, nanas, pisang, alpukat dan coklat) dan gluten (protein dalam gandum, gandum hitam dan barley).
7. Batu empedu: Kondisi ini cenderung lebih sering terjadi pada wanita, orang hamil dan orang obesitas. Bagi sebagian orang, batu empedu tidak menunjukkan gejala, namun beberapa lainnya bisa mengalami rasa sakit yang hebat di bagian sisi kanan atas perut yang bisa berlangsung beberapa menit atau beberapa jam dan rasa sakit yang dapat bervariasi untuk masing - masing orang. Dalam kasus tertentu, batu empedu dapat dikeluarkan atau dilarutkan dengan obat-obatan, namun beberapa orang juga mungkin memerlukan tindakan operasi.
8. Haid dan nyeri panggul: Sebagian besar dialami oleh wanita setiap bulannya. Kram ringan selama menstruasi memang dianggap sebagai efek samping normal dari haid, akan tetapi jika kram berlangsung cukup lama dan terasa seperti menusuk atau berdenyut, mungkin Anda mengalami kondisi ginekologi seperti endometriosis, sindrom ovarium polikistik, fibroid atau adenomiosis. Kondisi ini sangat sering diabaikan dan dianggap sebagai nyeri haid biasa. Padahal, penting untuk pergi ke dokter untuk mengetahui komplikasi apa yang terjadi.
BACA JUGA:Ibu Hamil Idap Diabetes Gestasional, Adakah Pengaruhnya Pada Kesehatan Bayi?
BACA JUGA:Apakah Pengidap Penyakit Jantung Tidak Boleh Nonton Film Horor?
(Rizky Pradita Ananda)