Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Asfiksia Bisa Mengancam Nyawa, Yuk Kenali 4 Cara Penanganannya!

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Jum'at, 07 Oktober 2022 |18:32 WIB
Asfiksia Bisa Mengancam Nyawa, Yuk Kenali 4 Cara Penanganannya!
Ilustrasi, (Foto: Freepik)
A
A
A

KONDISI asfiksia atau kekurangan udara jangan disepelekan, karena nyatanya situasi seperti ini bisa mengancam nyawa.

Salah satu contohnya, merujuk pada kejadian tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang belum lama ini. Diketahui sebagian besar korban meninggal dunia dalam tragedi tersebut disebabkan karena asfiksia atau kekurangan udara.

Secara medis, asfiksia merupakan kondisi ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang berkurang. Ketika kadar oksigen dalam tubuh seseorang ini berkurang, maka imbasnya orang tersebut bisa mengalami sesak napas yang pada akhirnya bisa membahayakan nyawa.

Mengingat bisa mengakibatkan akibat yang fatal, penting untuk tahu apa saja penanganan yang bisa dilakukan untuk yang mengalami asfiksia? Berikut ulasannya dikutip dari Medical News Today, Jumat, (7/10/2022).

Sebagai catatan, ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi sesak napas akibat asfiksia. Hal ini tergantung pada penyebabnya, berikut beberapa prosedur umum yang bisa dilakukan.

1.Terapi oksigen: Proses pemberian bantuan oksigen ke paru-paru yang biasanya memakai beberapa alat, mulai dari ventilator, tabung pernapasan, dan masker atau tabung hidung yang menyediakan oksigen.

2.Konsumsi obat-obatan: Obat-obatan yang diberikan dari dokter, terutama bila terjadi sebagai reaksi alergi, serangan asma parah, atau overdosis obat.

3. CPR: Resusitasi jantung paru atau lebih populer disebut CPR, yakni prosedur yang umum dilakukan untuk mengatasi asfiksia. Prosedur yang melibatkan kompresi dada, bertujuan meningkatkan sirkulasi darah dan oksigen dalam tubuh. Biasanya, CPR dilakukan ketika jantung berhenti berdetak.

4. Manuver Heimlich: Metode ini merupakan salah satu teknik pertolongan pertama, yang biasa dilakukan untuk seseorang yang tersedak. Caranya, melibatkan dorongan perut di bawah diafragma, untuk mengeluarkan benda yang tersangkut di saluran udara seseorang.

 BACA JUGA:MGen Penyakit Menular Seksual Kebal Obat, Apa gejalanya?

BACA JUGA:Kelly Osbourne Idap Diabetes Gestasional Saat Hamil, Apa Saja Gejalanya?

(Rizky Pradita Ananda)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement