SEJALAN dengan penerapan protokol kesehatan, aturan pembatasan seperti PPKM dan program vaksinasi primer serta dosis ketiga (booster). Saat ini kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia terus melandai, menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Merujuk pada data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus Covid-19 makin menurun.

Lalu bagaimana nasib alat tes swab PCR?
Bisa dikatakan saat ini, banyak masyarakat yang tak lagi melakukan pemeriksaan tes swab PCR Covid-19. Selain tidak sakit, ditambah juga faktor peniadaan syarat Covid-19 bagi pelaku perjalanan tidak berlaku lagi untuk orang-orang yang sudah vaksin dosis ketiga (booster).
Di luar alasan di atas, disampaikan Sodikin Sadek, Direktur Produksi dan Distribusi Alat Kesehatan Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, banyak juga masyarakat yang melakukan tes swab mandiri di rumah.
“Saat ini ketika masyarakat ragu demam-flu yang dialami itu Covid-19 atau bukan, mereka lebih banyak mengandalkan self-test yang bisa dilakukan di rumah,” ujar Sodikin.
“Ini bikin test kit semakin sudah jarang dipakai lagi," imbuhnya.
Sudah jarangnya masyarakat melakukan tes swab PCR di klinik kesehatan, rumah sakit, laboratorium dan sebagainya, tentu menimbulkan pertanyaan bagaimana nasib alat tes PCR yang mungkin saat ini terus menumpuk di gudang penyimpanan?
BACA JUGA:Bagaimana Perbedaan Mendeteksi Cacar Monyet Lewat PCR dengan Covid-19?
Dijelaskan Sugihadi, selaku Ketua Umum Gakeslab Indonesia, pada dasarnya ketersediaan test kit PCR disesuaikan dengan permintaan. Ini artinya, stok akan dilihat apakah kasus Covid-19 sedang tinggi atau tidak.