PERNAH jadi pasangan Hollywood yang paling menarik, Brad Pitt dan Angelina Jolie rupanya masih menyisakan perseteruan lama, hubungan pernikahan mereka yang sudah hancur.
Saat menikah dengan Pitt, Jolie telah mengaku pernah mengalami KDRT dari mantan suaminya tersebut.

Dalam sebuah pengajuan pengadilan dari Jolie, ia menuduh Pitt mencengkeram kepalanya dan mendorongnya, sebelum kemudian mencekik salah satu anak mereka dan memukul yang lain ketika mereka mencoba membelanya. Peristiwa ini terjadi dalam sebuah penerbangan pada 2016.
Lalu apa sih dampak KDRT bagi korbannya?
Menurut penelitian, kekerasan dalam rumah tangga terjadi karena perebutan kekuasaan, uang, atau kesenangan. Perilaku seperti kasar dengan menyerang pasangan itu sangat buruk dan tak sehat.
Oleh karena itu para korban KDRT harus berani bersuara agar keluar dari hubungan tidak sehat ini. Berikut beberapa pengaruh psikologis akibat KDRT.
1. Bekas luka
Korban kekerasan dalam rumah tangga akan merasa sulit melupakan bekas luka bahkan setelah bertahun-tahun. Ya, setelah berulang kali mengalami pelecehan, kenangan negatif dapat memengaruhi ketenangan seseorang selama bertahun-tahun. Ini merupakan hal yang menyedihkan.
2. Trauma
Orang yang dikasari pasangan mengalami trauma dalam hidupnya. Ada banyak kasus di mana korban kekerasan dalam rumah tangga menjadi tertekan dan trauma setelah menghadapi pelecehan dalam hubungan mereka.
3. Rasa sakit
Dalam kasus di mana kekerasan fisik terjadi, korban mungkin mengalami rasa sakit dan penderitaan. Dalam cedera fisik yang diderita, jiwa terdalamlah yang paling merasakan sakit. Ini merupakan alasan mengapa penting mengatakan tidak untuk kekerasan dalam rumah tangga.
4. Paranoid
Sebuah studi baru tentang paranoid mengatakan bahwa korban kekerasan dalam rumah tangga umumnya cenderung menjadi paranoid. Mereka mungkin tidak pernah bisa memercayai hubungan dengan manusia lagi. Ini adalah salah satu fakta kekerasan dalam rumah tangga, demikian dilansir Boldsky.
(Dyah Ratna Meta Novia)