ANGKA perokok dewasa Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan dalam 10 tahun terakhir ini. Pemerintah masih punya PR menurunkan prevalensi merokok.
Pemerintah juga disarankan untuk menerapkan strategi baru untuk menurunkan prevalensi merokok. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat regulasi soal produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin.

Menurut survei Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 yang dirilis Kementerian Kesehatan pada Juni 2022, selama 10 tahun terakhir terjadi peningkatan jumlah perokok dewasa sebanyak 8,8 juta orang.
Pada 2011 lalu, jumlah perokok sekitar 60,3 juta orang, kemudian bertambah menjadi 69,1 juta jiwa di 2021. Adapun survei tersebut melibatkan sebanyak 9.156 responden.