ANCAMAN bahaya penyakit kolera hadir di tengah kondisi pandemi Covid-19, yang sampai saat ini masih berlangsung.
Semakin membuat khawatir, dari keterangan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir pekan lalu, diinformasikan bahwa kasus penyakit kolera telah melonjak di tahun 2022 ini, terutama di daerah-daerah yang kental dengan kemiskinan dan konflik, mengutip laporan Reuters, Selasa (4/10/2022).
Merujuk pada keterangan ketua tim WHO untuk kolera, Philippe Barboza,wabah kolera kini sudah dilaporkan di 26 negara dengan tingkat kematian yang meningkat tajam.
“Tingkat kematian rata-rata sepanjang tahun ini, hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan rata-rata lima tahun dan saat ini sekitar 3 persen di Afrika,” ujar Philippe Barboza saat acara konferensi pers di Jenewa belum lama ini.
Padahal sebelumnya, kolera hanya dilaporkan terjadi di kurang dari 20 negara yang disebarkan melalui konsumsi makanan atau air yang terkontaminasi dan dapat menyebabkan diare akut.
“Setelah bertahun-tahun menurun jumlahnya, kami melihat ada peningkatan yang sangat mengkhawatirkan dari wabah kolera di seluruh dunia selama setahun terakhir ini," imbuhnya.