Suaka Margasatwa Pulau Bawean, Jawa Timur
Berlokasi di Pulau Bawean, Gresik, Jawa Timur, Suaka Margasatwa Pulau Bawean memiliki panjang jalur batas kawasan sekitar 116,6 km. Suaka margasatwa yang memiliki ekosistem hutan musim ini ditunjuk sebagai cagar alam berdasarkan SK: Mentan No. 762/Kpts/Um/12/1979, pada Desember 1979 dengan luas 3.831,6 ha.
Kawasan ini merupakan habitat dari satwa endemik rusa bawean (Axis kuhlii). Selain itu, di sini juga terdapat babi hutan, monyet ekor panjang, musang, landak, kalong, dan lainnya.
Tumbuhan seperti mahoni, kenari, kayu ape, pangopa, suren, kalpo-kalpo juga bisa ditemukan di Suaka Margasatwa Pulau Bawean.
Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh
Secara administratif pemerintahan, Taman Nasional Gunung Leuser yang memiliki luas 830.268,95 ha ini terletak di 2 provinsi, yaitu Aceh (75,27%) dan Sumatera Utara (24,73%). Taman Nasional Gunung Leuser diresmikan pada 6 Maret 1980, bersama 4 kawasan suaka alam lainnya, melalui SK Menteri Pertanian Nomor 811/Kpts/Um/II/1980.
Taman nasional ini sudah menyabet beberapa gelar, baik nasional maupun internasional, seperti Cagar Biosfer (1980), ASEAN Heritage Park (1984), Tropical Rainforest Heritage of Sumatera yang merupakan warisan dunia (2004), dan Kawasan Hutan Lindung Nasional (2008).

Gunung Leuser merupakan habitat dari mamalia, seperti burung, reptil, amfibi, ikan, dan invertebrata. Dari sekitar 129 spesies mamalia besar dan kecil yang ada di Sumatera, 65% di antaranya berada di di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser.
Empat spesies langka, yaitu harimau Sumatera, gajah Sumatera, orang utan Sumatera, dan badak Sumatera juga terdapat di kawasan ini.
Taman Nasional Way Kambas, Lampung
Taman Nasional Way Kambas adalah salah satu dari dua kawasan konservasi yang berbentuk taman nasional di Provinsi Lampung, selain Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Diresmikan pada 26 Agustus 1999 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 650/Kpts-II/1999, dengan luas sekitar 125,631.31 ha.
Taman Nasional Way Kambas terletak di ketinggian 0-50 mdpl dengan tipografi datar dan landai. Kawasan ini memiliki empat tipe ekosistem utama, yaitu ekosistem hutan hujan dataran rendah, ekosistem hutan rawa, ekosistem mangrove, dan ekosistem pantai.
Kawasan Taman Nasional ini melindungi habitat berbagai satwa liar, seperti harimau Sumatera, tapir, rusa sambar, kijang, gajah Sumatera, dan beruang madu. Saat peresmiannya, badak Sumatera belum ditemukan, sehingga tidak menjadi pertimbangan untuk penetapannya.
Dari jenis satwa tersebut, yang masih terjadi dengan baik hingga sekarang adalah harimau Sumatera, gajah Sumatera, badak Sumatera, dan beruang madu atau disebut juga The Big Five Mammals.
(Salman Mardira)