Leticia menjelaskan, awalnya saat ia masih berumur 2 tahun ia mulai menunjukkan serangkaian gejala yang mengkhawatirkan. Contohnya, mulai dari perut yang bengkak hingga hipoglikemia dan bahkan kejang.
Namun, ketika diperiksa oleh dokter di rumah sakit, saat itu dokter hanya mengaitkan gejalanya dengan sakit perut. Hal itu membuat orangtua Leticia bingung dan tidak terima dengan diagnosa tersebut, karena gejala yang dialami Leticia sudah parah.
Akhirnya, Leticia menjalani pemeriksaan biopsi selanjutnya. Ternyata dari hasil biopsi, dokter mengungkapkan bahwa Leticia menderita glikogenosis tipe 9c, yakni tipe salah satu strain yang paling ekstrim. Inilah yang menyebabkan Leticia mengalami beberapa komplikasi hingga tidak bisa berjalan.
“Saya tidak tahu berapa kali dia dirawat di rumah sakit. Dia berhenti berjalan untuk beberapa waktu karena kondisinya, karena itu menyebabkan miopati otot.," jelas ibu Leticia.
BACA JUGA:Imbas Dugaan KDRT, Lesti Kejora akan Jalani Pemeriksaan Psikologis
BACA JUGA:Mandi Malam Bikin Rentan Rematik, Cuma Mitos atau Fakta?