PENELITIAN di Jepang membuat studi yang berhubungan dengan fenomena seksual wanita yang telah membingungkan para ahli selama ratusan tahun. Studi ini melibatkan lima wanita yang mencapai klimaks di laboratorium.
Studi ini terkait dengan muncratan atau dalam istilah bahasa Inggris dikenal dengan squirt.

Para ilmuwan akhirnya menjawab salah satu pertanyaan besar tentang muncratan ini, dimana cairan yang menyembur keluar selama orgasme berasal dari kandung kemih, yang sebagian besar adalah urin. Karena ketika wanita mengalami ejakulasi zat yang keluar berwujud lebih kental.
Kedua hal ini tentunya berbeda dengan cairan pelumas yang dikeluarkan selama bergairah, dan keluar dari vagina secara alami.
Ejakulasi wanita mengandung antigen spesifik prostat (PSA), protein yang diproduksi oleh organ pria seukuran kenari yang bertanggung jawab untuk mengubah air mani menjadi cairan. Wanita tidak memiliki prostat yang sebenarnya, yang mana terdapat jaringan bernama "Prostat wanita".
Muncratan tersebut diyakini keluar dari Kelenjar Skene, yang terletak di dekat uretra, yang melepaskan zat tersebut. Berdasarkan penelitian inilah peneliti secara eksplisit menyatakan bahwa cairan yang disemprotkan adalah 100% urin yang diterbitkan dalam International Journal of Urology.
Squirt atau muncratan ini cukup kontroversial, karena beberapa wanita bersikeras bahwa rasanya atau baunya tidak mirip. Yang memiliki wujud cairan bening, sehingga berbeda dengan wujud dan bau urin, yang dianggap muncratan ini memiliki rasa manis.
Para ilmuwan meyakini bahwa tak ada organ lain yang mampu menampung cairan sebanyak kandung kemih. Squirting dapat terjadi karena otot-otot uretra mengendur ketika seorang wanita mencapai klimaks, sehingga sulit untuk menahan air seni tersebut.
Ada teori yang diyakini oleh para peneliti bahwa muncratan atau squirting ini tidak berarti inkontensia urin. Di mana, para wanita yang terlibat dalam penelitian tidak memiliki riwayat inkontinensia.
Meskipun orang-orang seperti Aristoteles telah mencoba untuk mengungkap misteri dibalik muncratan ini dari 2000 tahun yang lalu, hingga kini para ilmuwan masih mencari tahu apakah muncratan yang keluar merupakan urin atau cairan ejakulasi yang sebenarnya.
BACA JUGA:5 Gaya Seks agar Perut Kecil, Cukup Menantang!
Untuk menguji teori tersebut, dilibatkan tujuh wanita yang mengaku secara teratur mengeluarkan cairan saat berhubungan seks, diminta untuk buang air kecil.