Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Top! Di Forum World Tourism Day, Angela Tanoesoedibjo Paparkan Upaya RI Perkuat Ekosistem Pariwisata Pascapandemi

Tim Okezone , Jurnalis-Rabu, 28 September 2022 |10:40 WIB
Top! Di Forum World Tourism Day, Angela Tanoesoedibjo Paparkan Upaya RI Perkuat Ekosistem Pariwisata Pascapandemi
Wamenparekraf RI, Angela Tanoesoedibjo (Foto: Kemenparekraf RI)
A
A
A

WAKIL Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf/Wakabaparekraf) Angela Tanoesoedibjo menyampaikan sejumlah upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia melalui Kemenparekraf dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih kuat dan tangguh pascapandemi Covid-19.

Wamenparekraf Angela --yang juga Wakil Ketua Umum Partai Perindo Bidang Ekonomi Digital & Kreatif itu-- saat memberikan Introductory Remarks in WTD Panel Discussion: Rethinking Tourism and New Governance Recovery di Grand Ballroom Grand Hyatt Bali Hotel, Nusa Dua, Selasa, 27 September 2022, menjelaskan, ada tiga aspek krusial yang menjadi pokok pembahasan pada panel diskusi kali ini dan sejalan dengan five line of actions yang ada di dalam 'Bali Guidelines'.

Pertama berkaitan dengan environmental sustainability atau kelestarian lingkungan. Kemenparekraf dalam hal ini mendukung penuh pengembangan produk dan peningkatan kapasitas dalam ekowisata. Selain itu, juga mendukung karbonisasi melalui electric vehicles transmition, carbon footprint calculators, dan offsetting program dalam satu platform.

BACA JUGA: Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo Dukung Pengembangan Produk Kerajinan UMKM

"Kami juga melibatkan sektor swasta dalam pengelolaan nol limbah atau zero waste management. Sehingga sangat penting untuk benar-benar menekankan pada kolaborasi dengan semua pemangku kepentingan ke depan dan kebijakannya kita perkuat dengan sistem pengelolaan sampah serta tata kelola di destinasi pariwisata," kata Angela.

Kedua berkaitan dengan digitalisasi. Kemenparekraf menyadari pentingnya akses internet dan kemampuan menggunakan dan memanfaatkan teknologi untuk produktivitas dan inovasi.

"Kemenparekraf telah berinvestasi dalam big data dan analisis untuk nantinya menjadi acuan dalam membuat kebijakan dan juga untuk mendukung industri, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan lebih efisien," ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement