SAMPAH plastik jadi salah satu masalah besar yang menghantui kehidupan manusia. Jumlah sampah botol plastik terus bertambah setiap hari. Selain kesadaran masyarakat yang masih kurang, penanganan sampah plastik di Indonesia sendiri juga belum optimal.
Makanya, diperlukan pusat pengelolaan limbah plastik yang terintegrasi dan professional agar dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Sehingga tumpukan sampah botol plastik tersebut, bisa didaur ulang agar bermanfaat bagi lingkungan bahkan menjadi cuan alias uang di kemudian hari.
Hal itulah yang mendasari CEO sekaligus Founder Rezycology Indonesia, Dewa Ayu Nyoman Octalia Stefani, untuk membuka peluang bisnis dengan mendaur ulang sampah botol plastik menjadi bahan baku baru yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
Melalui Rezycology Indonesia yang didirikan pada tahun 2016, Octalia mendirikan perusahaan business to business yang bergerak di bidang daur ulang sampah botol plastik jenis PET (Polyethylene Terephthalate) dan PP (Polypropylene).
Octalia ingin membawa inovasi dengan mengubah metode pengumpulan sampah plastik PET dengan teknologi dan sistem yang terintegrasi dan juga bisa menginspirasi.