2. Infeksi jamur
Infeksi ragi atau jamur adalah salah satu penyebab iritasi dan gatal paling umum pada vagina. Ahlo OB-GYN, Christine Sterling, MS mengatakan, salah satu cirinya adalah disertai dengan warna yang kemerahan dan putih. Jika Anda mengalami ini lebih dari tiga kali dalam setahun, maka sebaiknya periksakan ke dokter.
3. Krim cukur
Banyak wanita yang mendambakan bulu kemaluan yang rapi dan sempurna, sehingga melakukan waxing hingga cukur dengan krim tertentu. Namun menurut Dr. Sterling, pemindahan bulu kemaluan dapat menyebabkan abrasi mikro di kulit, yang meningkatkan risiko infeksi kulit dan rambut tumbuh ke dalam.
"Bahkan jika lecet ini tidak sampai terinfeksi, hal itu dapat menyebabkan pelepasan histamin di kulit yang menyebabkan gatal. Saya menganjurkan agar tidak mencukur dan mencabut bulu kemaluan," kata Dr. Sterling.
4.Alergen dan iritasi
Alergen dan iritasi adalah penyebab gatal yang sangat umum. Kulit vulva lebih rentan terhadap iritasi pada sabun, losion, dan pakaian daripada bagian tubuh lainnya. Anda bisa mengatasinya dengan menggunakan sabun dan losion bebas aroma pada vulva atau bagian eksternal organ seks.
5. Kondisi kulit
Kondisi vulva dan vagina Anda juga dapat dipengaruhi oleh kondisi kulit di bagian tubuh lain. Jika Anda memiliki ketombe dan masalah di kulit kepala, maka kemungkinan memiliki masalah di vagina lebih besar. Karena itu, cobalah rawat kulit Anda sebaik mungkin.