"Saya selalu mendapat reaksi seperti terbakar ketika saya mandi atau mencuci tangan, atau bahkan menangis atau berkeringat. Ini akan sangat menyakitkan sampai membuat saya jadi menangis dan ketika saya menangis juga membuat alergi ini akan lebih parah, karena alergi terhadap air mata saya sendiri, membuat saya stress," curhat Sadie.
Bukan hanya berdampak pada aktivitas sehari - hari Sadie. Alergi air ini diakui Sadie juga berdampak besar pada kesehatan mentalnya dan hidupnya ke depan.
Ia mencemaskan kehidupan sekolahnya, dan karir ketika ia tumbuh menjadi wanita dewasa muda kelak. Impiannya sebagai tentara militer pun harus pupus, karena ia tidak bisa berolahraga sebab harus menghindari tubuhnya berkeringat.
Melihat kondisi yang dialami putrinya, ibunda Sadie, Amber berusaha melakukan berbagai cara untuk meminimalkan efek penyakit yang dialami Sadie seperti menyekolahkan Sadie secara homeschool, agar sang putri tak berkeringat melalui aktivitas fisik.
Ia berharap, kondisi Sadie bisa diobati dan kelak sang putri bisa hidup normal.
“Saya hanya berharap lebih banyak penelitian dilakukan, hanya untuk memastikan dia dapat menjalani kehidupan yang normal dan bisa melakukan semua hal yang dia inginkan,” tutup Amber.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.