"Rasanya tidak nyata bahwa seseorang bisa alergi terhadap air. Jika seseorang mengatakan hal itu kepada saya, saya mungkin akan berpikir mereka berbohong," ujar Sadie.
Sadie akhirnya melakukan berbagai pemeriksaan yang membutuhkan waktu hampir setahun penuh untuk mendapatkan diagnosis.
Setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat bulan yang lalu, Sadie akhirnya didiagnosis memiliki aquagenic urticaria, kondisi yang menyebabkan kulit seseorang menjadi merah dan gatal-gatal jika terkena air. Kondisi langka ini dikatakan hanya dialami sekitar 50 hingga 100 orang di dunia.
Sehari-hari, Sadie masih bisa mengonsumsi air selama menggunakan sedotan agar air tidak menyentuh kulitnya secara langsung. Namun, aktivitas kontak dengan air lainnya bisa membuat dirinya kesakitan.
BACA JUGA:Apakah Bahan Alergen di Makanan Kemasan Memicu Terjadinya Alergi?