SEORANG turis asal Melbourne, Australia masih dirawat di sebuah rumah sakit di Bali, setelah ditemukan tidak sadarkan diri di pinggir jalan dengan beberapa luka.
Pria bernama Tey Evans (35) tersebut diduga kuat mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai skuter dari arah Kuta Selatan. Dia kecelakaan saat menghindari serangan tiga anjing liar yang mengintainya.
Tey Evans sedang menikmati perjalanan selancar dengan teman-temannya sebulan setelah bertunangan dengan pasangannya Jessica Dennis.
Keduanya berusia 35 tahun, tetapi sebuah kecelakaan tragis membuatnya berjuang untuk hidupnya.
BACA JUGA:Sandiaga Uno Sebut Permintaan Turis Australia ke Bali Membeludak
Melansir dari Yahoo News Australia, Rabu (21/9/2022), Jessica Dennis menyampaikan bahwa ia baru saja melangsungkan pertunangan dengan Tey Evans.
"Saya kembali bekerja sebagai guru. Kami baru saja berlibur ke Eropa, dan di sanalah kami bertunangan. Segalanya tampak luar biasa," kata Dennis.
"Dia punya sedikit waktu sebelum bekerja, saya kira itu beberapa tahun yang sulit, dan kemudian ini terjadi."
Kecelakaan itu terjadi pada 25 Agustus 2022, namun butuh beberapa waktu sebelum siapa pun, termasuk Dennis, mengetahui apa yang terjadi.
Ketika Evans terbangun dari koma dua hari kemudian, Dennis menerima panggilan telepon pada malam hari, dan melakukan penerbangan ke Bali keesokkan harinya.
Ketika tragedi terjadi, awalnya diketahui Evans sendirian mengendarai skuter dari arah Kuta Selatan, Bali.
Diketahui bahwa tiga anjing liar mengintainya, menyebabkan ia menghindari anjing tersebut dan berputar arah keluar sehingga ia terlempar dari skuter dan menghantam beton.
Akibat insiden tersebut, Evans mengalami beberapa tulang rusuk patah, paru-paru tertusuk, organ limpa pecah, siku patah, tulang belakang dan panggul serta ginjal yang rusak, dan menyebabkan pendarahan dalam yang parah.
BACA JUGA:Daftar 5 Bule yang Berulah di Tempat Wisata Indonesia, Nomor 4 Bugil di Pohon Keramat
Tragedi semakin rumit saat rumah sakit kehabisan darah ketika dia tiba di rumah sakit, dokter tidak menemukan denyut nadi, Dennis mengungkapkan bahwa Evans harus segera di operasi.
Tapi, dokter menyadari bahwa rumah sakit tidak cukup menyediakan darah golongan O negatif Evans tidak bisa melewatinya yang berarti peluangnya untuk bertahan sangat tipis.
"Saya diberitahu bahwa kemungkinan dia bertahan hidup adalah 60 persen. Ketika mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki cukup darah, itu turun menjadi 30 persen," kata Dennis.
"Saya tidak tahu itu adalah peluang besar dia tidak akan berhasil, saya tidak tahu dan saya tidak tahu apakah saya bersyukur untuk itu atau tidak."