Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Paska Lebaran, Kemenkes Akui Minat Masyarakat untuk Vaksin Booster Turun Drastis

Kevi Laras , Jurnalis-Jum'at, 16 September 2022 |18:00 WIB
Paska Lebaran, Kemenkes Akui Minat Masyarakat untuk Vaksin Booster Turun Drastis
vaksinasi, (Foto: Dok. Okezone)
A
A
A

KEMENTERIAN Kesehatan masih terus menyoroti cakupan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga, booster yang masih sangat rendah.

Tercatat, capaian vaksinasi booster di Indonesia baru menyentuh angka 26 persen. Juru Bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Mohammad Syahril mengakui bahwa terlihat sejak paska Hari Raya Lebaran, minat masyarakat melakukan vaksinasi booster turun drastis.

"Dosis vaksin ketiga memang saat April naik sekali karena syarat mudik Lebaran, tapi setelah itu banyak penurunan karena banyak penyebab, jadi masih landai,” kata dr. Syahril, dalam acara konferensi pers Update Covid-19, Hepatitis dan Monkeypox, Jumat (16/9/2022).

“Ini tentu saja jadi pemikiran kita bersama, agar (cakupan vaksinasi) mencapai 50 persen," lanjutnya.

 BACA JUGA:Capaian Vaksinasi Booster Masih Rendah, Dokter Paru Ungkap Penyebabnya!

BACA JUGA: Masyarakat Malas Vaksinasi, Jubir Kemenkes: Booster Tingkatkan Antibodi 4-6 Kali Lipat

Dokter Syahril menegaskan, sebetulnya secara tata laksana, tidak ada hambatan bagi masyarakat luas untuk mendapatkan vaksinasi booster. Mengingat, begitu banyak sentra vaksinasi tersedia, stok pasokan vaksin, begitu pun dengan kapasitas SDM para tenaga kesehatan.

"SDM kita juga cukup, dan vaksinnya juga cukup. Jadi tidak sulit sebetulnya tidak ada halangan," tegasnya singkat.

Sebagai informasi, data Kementerian Kesehatan RI mencatat untuk cakupan vaksinasi Covid-19, pada dosis primer (I dan II) dosis pertama sudah 86,90 persen, dan dosis kedua di 72 persen. Sementara dosis ketiga baru mencapai 26, 45 persen.

(Rizky Pradita Ananda)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement