Tingkat akurasi dari Rapid Test HIV memang cukup tinggi, yakni mencapai 92 persen. Meski begitu, tes antibodi bisa menunjukkan hasil negatif palsu (false positive). Ini artinya, hasil tes tersebut mungkin saja negatif, padahal sebenarnya belum tentu.
Terlebih, kondisi ini rentan terjadi apabila seseorang melakukan rapid test secara mandiri di rumah. Perlu diketahui, hasil dari tes antibodi sangat dipengaruhi oleh cara pengambilan serta penanganan sampel.
Sehingga, jika pengambilan tes dilakukan dengan keliru, maka hasilnya pun bisa kurang akurat. Selain itu, hasil negatif palsu juga mungkin terjadi jika tes antigen dilakukan terlalu dini. Hal ini disebabkabn, antibodi untuk melawan virus HIV umumnya baru terbentuk sempurna setelah tiga bulan terinfeksi. Demikian sebagaimana dilansir dari Alodokter, Senin (12/9/2022).
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.