Golongan darah yang rentan terkena stroke dini ini terbagi berdasarkan golongan darah dan membandingkannya dengan status stroke. Diantaranya stroke awal, stroke lanjut, dan tidak stroke.
Beberapa hasilnya antara lain, golongan darah A bisa mendapatkan stroke dini lebih mungkin. Penulis studi utama dan profesor kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland, Braxton Mitchell mengatakan bahwa orang dengan golongan darah A mungkin lebih mungkin mengalami pembekuan darah, yang dapat menyebabkan pukulan.
Sedangkan tipe O bila dibandingkan dengan orang yang mengalami stroke di usia lanjut atau orang yang tidak mengalami stroke.
Orang dengan stroke awal dan akhir lebih mungkin memiliki tipe B bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Setelah menyesuaikan jenis kelamin dan faktor lainnya, para peneliti melaporkan orang dengan tipe A memiliki risiko 18 persen lebih tinggi terkena stroke dini dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah berbeda
Orang dengan tipe O memiliki peluang 12 persen lebih rendah untuk mengalami stroke dini dibandingkan mereka yang memiliki golongan darah lain.
Kemudian, para peneliti mengecek semua kromosom yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi varian genetik terkait stroke. Baca juga: Tidur Siang Terlalu Sering, Risiko Hipertensi dan Stroke Menghantui Mereka juga meneliti area kromosom yang mencakup gen yang menentukan jenis golongan darah peserta, apakah A, B, AB, atau O.
(RIN)
(Rani Hardjanti)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.