MENYEBARNYA subvarian BA.4 dan BA.5 di Indonesia memicu bertambahnya jumlah pemeriksaan testing Covid-19 meningkat.
Dikatakan Prof. Dr.dr Tonny Logo, DMM, Sp. PK(K), Guru Besar Departemen Patologi Klinik Univ. Kristen Krida Wacana, pemeriksaan laboratorium di rumah sakit bisa capai 100 orang per hari.
"Setelah ada varian baru ini pemeriksaan laboratorium di rumah sakit pun meningkat. Kurang lebih biasa mencapai 100 orang dalam sehari kurang lebih,” Prof Tonny, dalam Talkshow Perkembangan Gejala Subvarian BA.5, dikutip dari kanal YouTube BNPB Indonesia, Minggu (28/8/2022).
Tidak hanya kuantitas testing, jika dibandingkan dengan varian sebelumnya dengan rate hasil PCR positif hanya 10 sampai 20 persen. Tapi varian BA.5, membuat rate tersebut meningkat hingga 60 persen.
BACA JUGA:Serupa Tapi Tak Sama, Ini Bedanya Tes PCR
BACA JUGA:5943 Warga Bandung Terinfeksi HIV, Komisi Penanggulangan AIDS: Tertinggi karena Faktor Seksual Covid-19 dengan Cacar Monyet
“Positif 50 sampai 60 persen itu dari pemeriksaan sehari-hari," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, dr. Prasenohadi, PhD, SpP(K), KIC, Ketua Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FKUI dan RSUP Persahabatan, menyebut memang secara data, varian Omicron hanya butuh waktu singkat untuk menyebar luas. Beda dengan varian Delta yang memakan waktu kurang lebih satu tahun, untuk bisa meluas.
"Datanya sudah membuktikan bahwa Omicron lebih cepat, tidak lama dalam waktu sebulan sudah menyebar ke seluruh dunia. Hal ini beda dengan Delta. yang ditemukan awal 2021. Membutuhkan waktu 11 bulan atau satu tahun baru tersebar ke seluruh dunia,” tutup dr. Prasenohadi
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.