PUNYA penghasilan kecil ternyata bukan hanya berdampak pada perekonomian seseorang, tapi juga bisa memengaruhi daya memori seseorang.
Ya, Anda tak salah membaca kok! Merujuk pada suatu studi terbaru, penghasilan rendah ternyata berdampak pada kesehatan otak dan ingatan, sebagaimana disampaikan melalui konferensi Alzheimer's Association 2022 Addressing Health Disparities.
Studi yang digelar oleh para peneliti dari Universitas Columbia AS, menemukan hubungan antara gaji di bawah rata-rata dan fungsi kognitif di masa mendatang. Hasilnya? Orang yang berpenghasilan rendah, punya risiko mengalami penurunan memori yang lebih cepat.
"Sebuah penelitian mengungkapkan hubungan antara upah yang rendah, dengan penurunan memori yang lebih cepat di kemudian hari," kata Katrina Kezios, PhD, peneliti postdoctoral di Columbia Mailman School of Public Health di New York City, dikutip dari Everydayhealth, Minggu (28/8/2022).
Melakukan penelitian di atas, para peneliti diketahui menggunakan data yang dikumpulkan dari tahun 1992-2016 dengan melibatkan sekitar 2879 orang yang terdaftar dalam Health and Retirement Study, sebuah survei longitudinal terhadap sampel perwakilan nasional orang Amerika berusia 50 tahun ke atas.
Upah rendah didefinisikan sebagai upah per jam yang lebih rendah dari dua pertiga dari upah rata-rata federal untuk tahun yang bersangkutan.
Para peneliti berfokus pada pendapatan peserta antara tahun 1992 hingga 2004, yang dianggap sebagai masa keemasan, tahun ketika banyak orang dengan penghasilan besar.
Subyek lalu itempatkan ke dalam salah satu dari tiga kategori, yaitu mereka yang tidak pernah mendapatkan upah rendah, orang-orang yang sebentar-sebentar mendapatkan upah rendah, dan kelompok orang yang selalu mendapatkan upah rendah.
Peserta studi kemudian diwawancarai setiap dua tahun, dan diberikan informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan pekerjaan dan termasuk upah per jam.
BACA JUGA:Studi: Perempuan yang Diet Vegetarian Berisiko Tinggi Alami Patah Tulang Pinggul
BACA JUGA:Vaksin Covid-19 untuk Anak di Bawah 6 Tahun Segera Available, Merek Apa?
Fungsi memori diukur pada setiap kunjungan selama periode 12 tahun dari 2004 hingga 2016 menggunakan skor gabungan memori, yang mencakup penilaian memori ingatan kata segera dan tertunda. Rata-rata, peserta menyelesaikan 4,8 penilaian memori selama penelitian.
Hasilnya? Para peneliti menemukan jika dibandingkan dengan para pekerja yang tidak pernah mendapatkan upah rendah, para penerima upah rendah yang berkelanjutan mengalami penurunan memori yang jauh lebih cepat di usia yang lebih tua.
Kelompok orang yang berpenghasilan kecil ini mengalami kira-kira satu tahun "ekstra" penuaan kognitif per periode 10 tahun. Dengan kata lain, tingkat penuaan kognitif yang dialami selama periode 10 tahun oleh orang-orang yang selalu berpenghasilan rendah, akan sama dengan yang dialami mereka yang tidak pernah menerima upah rendah dalam 11 tahun.
Asisten profesor epidemiologi di Columbia Mailman School, Adina Zeki Al Hazzouri, PhD, mengatakan, temuan studi ini memperlihatkan kalau kebijakan sosial terkait kesejahteraan ekonomi para pekerja bisa sangat bermanfaat bagi kesehatan kognitif masyarakat.
“Temuan kami menunjukkan bahwa kebijakan sosial yang meningkatkan kesejahteraan finansial pekerja berupah rendah mungkin sangat bermanfaat bagi kesehatan kognitif,” kata Adina.
“Pekerjaan di masa depan harus secara ketat memeriksa jumlah kasus demensia, dan penuaan kognitif berlebih yang dapat dicegah dibawah skenario hipotetis berbeda yang akan meningkatkan upah minimum per jam,” pungkasnya.
(Rizky Pradita Ananda)