PEMERINTAH hingga saat ini masih memprioritaskan pemberian vaksin booster Covid-19 kedua baru pada tenaga kesehatan. Kapan masyarakat umum mendapatkannya, Kementerian Kesehatan pun belum bisa menjawabnya.
Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia, dr. Pandu Riono menilai kemungkinan masyarakat umum tidak memerlukan vaksin booster kedua. Kemungkinan ini ada, jika vaksin booster pertama tidak mencapai target.
"Penerima vaksin booster pertama di Indonesia masih jauh dari target, hingga saat ini baru di angka 28%," terang dr. Pandu dalam Webinar Kemenkes, baru-baru ini.
Alih-alih fokus pada deadline kapan masyarakat umum mendapat booster Covid-19 dosis kedua, dr. Pandu menegaskan , lebih baik saat ini harus difokuskan untuk melengkapi penerima booster dosis pertama agar mencapai target.