Dari websitenya ini, Hunter mengaku bisa mengantongi USD8.000 hingga USD13.000 per bulan dari pendapatan iklan. Page views dari websitenya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 30 juta per bulannya.
Hunter Moore pada akhirnya harus menelan pil pahit setelah Charlotte Laws, salah seorang korban, melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti dari 40 korban Hunter yang lain. Kemudian Laws melaporkannya ke FBI.
Tahun 2015, pengadilan memutuskan Hunter bersalah dan harus mendekam di penjara selama 2,5 tahun. Tahun 2017 lalu, Hunter Moore bebas dan masih harus diawasi petugas selama 3 tahun ke depan.
Setelah itu website IsAnyoneUp beserta kontennya dihapus. Sayangnya, dari kejadin ini Hunter Moore tidak menyesali perbuatannya, malah ia merasa bangga.
Itulah cerita sosok pria yang paling dibenci di Internet beserta kejahatannya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)