SOSOK pria paling dibenci di internet, apa kejahatannya ini menarik untuk diulas.Di balik sifat-sifat pria yang menyenangkan dan bikin senyum-senyum sendiri. Ternyata, ada beberapa sifat pria yang tidak disukai atau bahkan dibenci oleh wanita.
Di antaranya, sosok pria paling dibenci di internet ini dijadikan film dokumenter dan ditayangkan di Netflix. Dilansir Cosmopolitan, serial dokumenter bertajuk “The Most Hated Man on the Internet” ini terdiri dari tiga episode dan telah dirilis sejak 27 Juli 2022 lalu. Serial tersebut mengisahkan Hunter Moore dan sikap jahat kepada para korbannya hingga dijuluki sebagai pria paling dibenci di internet oleh The Rolling Stones.
Film serial Pria yang paling dibenci di internet, apa kejahatannya ini dimainkan sendiri oleh Hunter Moore yang kini berusia 36 tahun. Dia tumbuh di Woodland, California dengan beragam kehidupan yang dijalaninya. Namun, sayangnya ia tak bisa memiliki kehidupan yang tenang dan nyaman.
Ini terjadi lantaran ulahnya, memulai aksi kriminal pada tahun 2010 dan membuat sebuah website bernama IsAnyoneUp.
Situs ini awalnya dimaksudkan sebagai situs clubbing, tetapi Hunter kemudian memposting foto telanjang seorang gadis yang dikencaninya lalu diunggah di situs tersebut. Setelah diunggah, ternyata menjadi terkenal dan banyak dilihat. Hingga, Hunter memutuskan untuk mengunggah lebih banyak lagi foto-foto wanita tanpa busana alias telanjang.
Namun, kali ini foto-foto yang diunggahnya bukan hanya dari orang-orang yang telah mengirimkannya sendiri, tetapi juga diposting oleh orang lain – biasanya mantan pacar.
Hunter Moore mendapatkan foto-foto para wanita dari pria yang pernah berpacaran dengan mereka, motifnya adalah untuk balas dendam. Sontak, para wanita yang fotonya terpajang dalam website tersebut merasa malu dan marah.
Rupanya, Hunter adalah penjahat seksual yang berbeda dari penjahat lain. Jika penjahat lain biasanya sembunyi, namun Hunter tidak. Para korban bahkan bisa mendapatkan identitas Hunter dan ia bahkan menjuluki dirinya sendiri sebagai “penghancur kehidupan profesional”.
Dari websitenya ini, Hunter mengaku bisa mengantongi USD8.000 hingga USD13.000 per bulan dari pendapatan iklan. Page views dari websitenya juga cukup tinggi, yaitu sekitar 30 juta per bulannya.
Hunter Moore pada akhirnya harus menelan pil pahit setelah Charlotte Laws, salah seorang korban, melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti dari 40 korban Hunter yang lain. Kemudian Laws melaporkannya ke FBI.
Tahun 2015, pengadilan memutuskan Hunter bersalah dan harus mendekam di penjara selama 2,5 tahun. Tahun 2017 lalu, Hunter Moore bebas dan masih harus diawasi petugas selama 3 tahun ke depan.
Setelah itu website IsAnyoneUp beserta kontennya dihapus. Sayangnya, dari kejadin ini Hunter Moore tidak menyesali perbuatannya, malah ia merasa bangga.
Itulah cerita sosok pria yang paling dibenci di Internet beserta kejahatannya.
(RIN)
(Rani Hardjanti)