Namun sejatinya, penyakit langka Empty Sella Syndrome bukanlah penyakit yang mengancam nyawa. Bahkan, sindrom tersebut bisa diobati dengan terapi medis.
"Empty Sella Syndrome (ESS) bukanlah kondisi yang mengancam nyawa. Pada kasus ESS primer, sindrom tidak menyebabkan masalah kesehatan lanjutan dan tidak memengaruhi harapan hidup pasien," ungkap laporan kesehatan yang diterbitkan di National Institute of Neurological Disorders and Stroke.
Bicara soal gejala-gejala yang menyertai penderita ESS, laman tersebut menjelaskan bahwa ESS sekunder dapat membuat berhentinya menstruasi, infertilitas, kelelahan, maupun intoleransi terhadap stres dan infeksi.
BACA JUGA:Idap Empty Sella Syndrome, Ruben Onsu Tetap Pikirkan Konser Putranya
Sedangkan, jika kasusnya terjadi pada anak-anak, ESS menyebabkan pubertas dini, defisiensi hormon pertumbuhan, tumor hipofisis, atau disfungsi kelenjar hipofisis.
(Dyah Ratna Meta Novia)