Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Destinasi Wisata Sejarah di Yogyakarta, Cocok Dikunjungi saat HUT Ke-77 Kemerdekaan RI

INews.id , Jurnalis-Selasa, 09 Agustus 2022 |08:01 WIB
10 Destinasi Wisata Sejarah di Yogyakarta, Cocok Dikunjungi saat HUT Ke-77 Kemerdekaan RI
Benteng Vredeburg (dok Dinas Kebudayaan Pemkot Jogja)
A
A
A

6. Pabrik Gula Madukismo

Pabrik ini terletak di Kelurahan Tirtomolo, Kasihan, Bantul. Pabrik Gula tersebut menempati sebuah bangunan tua dengan halaman luas, mesin-mesin kuno, dan rel-rel kereta yang menjadi jalur bagi pengangkutan tebu.

Untuk menikmati nuansa pabrik tua ini kita bisa mengambil paket agrowisata Madukismo. Dengan paket ini kita akan diajak untuk berkeliling pabrik mulai dari proses pembuatan sampai hasil jadi. Wisatawan juga bisa mencoba naik kereta api tua melintasi rel-rel di sekitar pabrik.

7. Situs Ratu Boko

Situs Ratu Boko terletak sekitar 3 km ke arah selatan dari Candi Prambanan atau sekitar 19 km ke arah selatan dari kota Yogyakarta. Wisata budaya dan sejarah ini terletak di atas sebuah bukit dengan ketinggian sekitar 195,97 m di atas permukaan laut.

Ratu Boko disebut bukan candi, melainkan peninggalan keraton. Di sekitarnya terdapat beberapa candi antara lain di sisi timur terdapat Candi Dawangsari, Candi Barong, dan Candi Ijo, di sisi selatan terdapat Candi Banyunibo dan di sisi barat terdapat Situs Watugudig.

8. Museum Monumen Jogja Kembali

Museum yang satu ini tak hanya terkenal sebagai salah satu tujuan wisata sejarah di Jogja saja, namun lokasi ini juga terkenal sebagai salah satu spot foto di Jogja yang cukup terkenal. 

Kawasan wisata yang satu ini dibangun pada tanggal 29 Juni tahun 1985, pembangunan museum ini sendiri bertujuan untuk manandakan keberhasilan perebutan Jogja dari tangan penjajah Belanda pada saat itu.

Peresmian dari museum ini sendiri dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII. Pemilihan tanggal peresmian tersebut bukan tanpa maksud yang berarti.

Pada tanggal tersebut di tahun 1949 merupakan hari dimana pasukan Belanda ditarik secara menyeluruh dari kawasan Jogja. Hal inilah yang membuat Jogja dinyatakan kembali lagi ke Pangkuan Ibu Pertiwi. Bangunan ini sendiri terdiri dari 3 lantai yang memiliki fungsi berbeda-beda.

9. Museum History of Java

Museum yang sudah beroperasi sejak akhir 2018 ini menempati bangunan bekas Pyramid Cafe di Jalan Parangtritis Km 5.5, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta. Di dalamnya, pengunjung tidak sekadar melihat koleksi benda purbakala, tetapi juga menikmati benda-benda itu secara langsung melalui teknologi Augmented Reality (AR).

HOJ memiliki koleksi benda purbakala masa prasejarah sampai kerajaan-kerajaan lama, seperti Tarumanegara, Majapahit, Demak Bintaro, Cirebon dan Mataram Islam. Teknologi AR memungkinkan pengunjung melihat langsung secara detail benda-benda koleksi itu.

10. Masjid Gedhe Kauman

Masjid Gedhe Kauman menjadi wisata religi sekaligus wisata sejarah di Jogja. Masjid ini lebih dikenal dengan nama Masjid Agung Jogja, dibangun di kawasan yang masih merupakan milik Keraton Yogyakarta.

Masjid Gedhe Kauman merupakan tempat untuk beribadah, namun masjid ini juga menjadi tempat wisata yang cukup terkenal. Meskipun demikian, fungsi utama masjid sebagai tempat ibadah masih terjaga dengan sangat baik lengkap dengan semua fasilitas yang diperlukan.

Biasanya orang-orang terutama umat Muslim yang baru saja berkunjung dari Keraton Yogyakarta, akan melipir ke Masjid Gedhe Kauman untuk menunaikan ibadah. Selain itu, di sekitar masjid terdapat banyak jajanan untuk mengisi perut kosong serta spot untuk foto-foto. (nia)

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement