Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bubur Asyura, Kuliner Khas 10 Muharram yang Sudah Eksis Sejak Zaman Nabi Nuh

Novie Fauziah , Jurnalis-Senin, 08 Agustus 2022 |21:02 WIB
Bubur Asyura, Kuliner Khas 10 Muharram yang Sudah Eksis Sejak Zaman Nabi Nuh
Tradisi Bubur Asyura (Foto: Instagram/@cil_linda)
A
A
A

MUHARRAM jadi salah satu bulan yang diagungkan oleh umat Islam. Berbagai amalan saleh dilakukan pada waktu tersebut, salah satunya adalah puasa Asyura yang bertepatan pada 10 Muharram dan di tahun ini bertepatan dengan 8 Agustus 2022.

Menariknya, biasanya masyarakat Indonesia menyambut hari Asyura dengan menyediakan hidangan lezat, yaitu yang bernama bubur asyura.

Sesuai dengan namanya, kudapan ini sering disajikan sebagai hidangan berbuka bagi mereka yang berpuasa sunnah tersebut. Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini awal mula tradisi adanya bubur Asyura.

1. Berawal dari Perang Badar

Pertama, bubur ini berawal dari perjuangan Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wassalam saat berjuang dalam perang Badar. Saat itu disebutkan bahwa seorang sahabat Nabi sedang mengolah hidangan untuk para prajurit Islam.

BACA JUGA: 6 Mitos Malam Satu Suro yang Dipercaya, dari Tersesat di Gunung Lawu hinggga Aroma Kemenyan
Infografis Kuliner Banda Aceh

Hidangan tersebut ternyata olahan bubur. Namun, ia tidak menyangka bahwa jumlah prajurit pada saat itu sangat banyak, sementara porsi yang sedang dimasak sedikit.

Kemudian Nabi Muhammad memerintahkan salah seorang sahabatnya untuk mengumpulkan semua bahan makanan yang mereka temukan, lalu dicampurkan ke dalam olahan bubur yang sedang dimasak.

Tujuannya adalah untuk menambah jumlah porsi makanan, sehingga cukup untuk memberi makan seluruh prajurit. Meski belum diketahui kebenarannya, kisah ini cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia. Bahkan telah dijadikan tradisi khusus untuk menyambut perayaan Muharram.

2. Sudah eksis sejak zaman Nabi Nuh

Ada juga kisah yang menyebutkan bahwa Bubur Asyura sudah ada sejak masa Nabi Nuh AS. Pada saat itu, Nabi Nuh turun dari kapalnya setelah diterpa banjir bandang yang hebat dan terombang-ambing di air selama berbulan-bulan.

Ketika menyentuh daratan, ia memerintahkan umatnya untuk mengumpulkan bahan makanan yang tersisa dari dalam kapal.

Bahan makanan tersebut kemudian dicampurkan menjadi satu dan diaduk-aduk hingga menyerupai olahan bubur. Kemudian bubur inilah yang disajikan untuk umat yang selamat dari banjir bandang agar bisa bertahan hidup.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement