ALASAN mengapa pilot dan pramugari punya sabuk pengaman berbeda dengan penumpang menarik untuk dibahas. Mungkin belum banyak orang yang tahu akan hal ini.
Mengutip dari Simple Flying, pilot, pramugari, dan penumpang yang terbang dalam satu penerbangan yang sama kemungkinan memiliki sabuk pengaman yang berbeda-beda. Tentunya perbedaan sabuk pengaman tersebut memiliki fungsi yang berbeda pula.
Hal tersebut memang normal terjadi karena adanya otoritas pemerintah. Lantas, mengapa pilot dan pramugari punya sabuk pengaman berbeda dengan penumpang? Berikut ulasannya.
Sabuk pengaman pilot
Seorang pilot memiliki sabuk pengaman yang paling rumit di antara sabuk pengaman yang lain. Sabuk pengaman khusus pilot memiliki lima titik, yaitu di bahu kiri, bahu kanan, pinggang kiri, pinggang kanan, dan juga tali 'kapal selam' di antara kedua kaki.
Ini bertujuan agar tubuh pilot akan terhenti dan tidak meluncur ke depan apabila terjadi kecelakaan, atau ketika mereka mengemudikan pesawat di kondisi yang cukup buruk atau turbulensi.
Meski demikian, tidak semua titik harness harus dikenakan setiap saat (saat lepas lantas atau mendarat), mereka harus mengenakan seluruhnya. Tapi saat jelajah penerbangan mereka cukup menggunakan dua harness saja.
Sabuk pengaman pramugari
Pramugari memiliki jenis sabuk pengaman yang berbeda dari pilot maupun penumpang. Mereka tidak hanya memiliki dua sabuk pengaman yang ada di pinggang, namun ada sabuk pengaman lain dengan empat titik.
Tak hanya itu saja, sabuk pengaman pramugari harus memiliki tombol pelepas cepat yang tujuannya apabila terjadi keadaan darurat, mereka bisa meninggalkan tempat duduk dan melakukan tugasnya dengan cepat.
Sabuk pengaman yang digunakan pramugari tak hanya melindungi pramugari saja, namun juga penumpangnya. Pada beberapa maskapai, ada pramugari yang duduk di seberang penumpang, fungsi dari sabuk pengaman itu sendiri adalah untuk mencegah pramugari menabrak kursi dari penumpang jika terjadi insiden atau saat lepas landas dan mendarat.
Sabuk pengaman penumpang
Sabuk pengaman milik penumpang dirancang untuk menahan beban individu karena adanya gaya atau potensi kecelakan dan insiden lain. Menurut Aero Savvy, sebelum tahun 2009 sabuk pengaman penumpang harus bisa menahan beban 9 kilogram.
Setelah tahun 2009, peraturan mengharuskan sabuk pengaman penumpang mampu menahan beban hingga 16 kilogram. Bukan hanya itu saja, pesawat juga harus memiliki air bag di dalam sabuk pengaman, terutama di kelas bisnis atau kelas satu.
Alternatif lainnya adalah dengan memasangkan sabuk bahu ala sabuk pengaman di mobil sebagai pengganti air bag.
Sementara itu, sabuk pengaman yang aman telah di setujui dan telah diuji coba oleh pemerintah serta diberi label persetujuan. Biasanya bertuliskan FAA di Amerika Serikat, CAA di Inggris, dan EASA di Uni Eropa.
Itulah alasan mengapa pilot dan pramugari punya sabuk pengaman berbeda dengan penumpang. Pada intinya adalah karena alasan keselamatan.
(Rizka Diputra)