KERATON Ngayogyakarto Hadiningrat untuk ketiga kalinya meniadakan tradisi Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng pada malam 1 Suro.
Panitia hanya menggelar doa bersama dan Macapat di dalam keraton dalam rangka menyambut malam pergantian tahun kali ini.
Bicara soal malam 1 Suro, terdapat beberapa tradisi yang lazim dilakukan masyarakat Jawa, termasuk salah satunya Mubeng Beteng. Lantas, apa itu Mubeng Beteng?
Mengutip dari laman Jogya.com, tradisi Mubeng Beteng merupakan tapa bisu yang dilakukan oleh Abdi Dalem Keraton Yogyakarta setiap malam 1 Suro sebagaimana penanggalan kalender Jawa.
Tapa bisu ini dilakukan berjalan kaki mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta saat malam hari tanpa berbicara alias membiasu dan tidak mengenakan alas kaki. Tradisi Mubeng Beteng dengan Tapa Bisu digagas oleh Sultan Agung, Raja Mataram Islam pertama.

Bukan semata-mata tradisi, namun ritual ini juga bertujuan menjaga atau mengamankan lingkungan Keraton. Lazimnya tradisi Mubeng Beteng dilakoni dari sisi kiri atau barat keraton.
Terdapat nilai filosofi tersendiri dalam tradisi ini. Berjalan dari kiri atau kiwo dilakukan dengan harapan tradisi ini Ngiwake (mengkirikan) atau membuang hal-hal buruk.
Akan tetapi, ada kalanya tradisi ini diawali dari arah Timur Keraton Yogyakarta atau berlawanan arah jarum jam.
Sebelumnya, Keraton Ngayogyakarto Hadiningrat melalui akin Instagram @kratonjogja menyampaikan bahwa tradisi Tapa Bisu Mubeng Beteng dalam rangka menyambut 1 Suro kembali ditiadakan, lantaran masih dalam situasi pandemi Covid-19 meski sebenarnya sudah relatif melandai.
"Sahabat, kami informasikan bahwa dalam rangka memperingati Tahun Baru Jawa 1 Sura Ehe 1956 atau 1 Muharam 1444 H, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta akan melaksanakan doa bersama dan macapatan di selasar Kagungan Dalem Bangsal Pancaniti, Kompleks Pelataran Kamandungan Lor (Keben), Keraton Yogyakarta, Jumat (29/7/2022) malam," tulis akun tersebut.
Agenda ini diikuti oleh undangan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Adapun untuk Hajad Kawula Dalem Lampah Budaya Tapa Bisu Mubeng Beteng belum dapat dilaksanakan pada kesempatan ini.
"Diinformasikan bahwa tanggal 1-3 Agustus 2022, Pagelaran serta Kedhaton tutup untuk wisata karena adanya upacara Siraman Pusaka dan agenda ini tertutup untuk publik. Semoga kesehatan dan keberkahan senantiasa mengiringi kita semua di tahun yang akan datang. Salam rahayu!" tutupnya.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.