SAAT ini memberikan gadget seperti handphone, tablet dan sebagainya kepada anak nampaknya menjadi hal yang lumrah. Pasalnya, selama pandemi Covid-19 hampir semua kegiatan dilakukan via online.
Oleh karena itu, akan sangat sulit untuk melarang anak menggunaan gadget. Meski demikian, bukan berarti orangtua tidak bisa membatasi apa yang dilakukan oleh anak-anak. Orangtua memang harus memberi pengawasan agar mereka tidak kecanduan gadget.
Kecanduan gadget pada anak bisa memengaruhi bahkan menyebabkan gangguan mental jika tak segera diatasi, demikian penjelasan Psikolog Psikolog Prof. Dr. H. Seto Mulyadi, S. Psi., M.Si.

Anak yang kecanduan gawai bisa tiba-tiba marah ketika sinyal susah, kuota habis, karena merasa seolah tidak terpenuhi kenikmatan dan kenyamannya. Bahkan, ada yang sampai dirawat di rumah sakit jiwa, kata pria yang akrab disapa Kak Seto.
"Jadi dari berbagai hal inilah sesuatu yang dinikmati dan sudah merasa nyaman dengan keadaan itu, tiba-tiba hilang secara mendadak, memang bisa menimbulkan anak-anak stres. Dia tidak bisa belajar sosial, tidak bisa melihat bagaimana pergaulan," jelas Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) itu.
Lebih lanjut dia menjelaskan, ada beberapa kondisi yang harus diwaspadai oleh orangtua saat anak kecanduan gawai. Apabila anak sudah sulit untuk diatur, mengganggu pola makan, ibadah dan waktu belajar, hal tersebut perlu diwaspadai. Apalagi jika mood sang anak sulit untuk dikendalikan jika dijauhkan dari gawai.