Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari Anak Nasional, Nasib Anak Bantar Gebang Bergantung Sistem Pengelolaan Sampah

Muhammad Sukardi , Jurnalis-Sabtu, 23 Juli 2022 |15:04 WIB
Hari Anak Nasional, Nasib Anak Bantar Gebang Bergantung Sistem Pengelolaan Sampah
Anak-Anak yang tinggal di Bantargebang (foto: Okezone.com/Wisnu)
A
A
A

"Tumpukan sampah yang tidak bisa didaur ulang merupakan sumber penyakit serta pencemaran udara," terang Agung Pujo. Itu secara tidak langsung juga memberi dampak pada kesehatan anak-anak Bantar Gebang yang setiap harinya mesti berjibaku dengan sampah di lingkungan rumahnya.

Di sisi lain, memfasilitasi anak-anak Bantar Gebang untuk tetap mendapat akses pendidikan dilakukan oleh Juwarto, pendiri sekolah Alam Tunas Mulia. Sekolah gratis sangat dibutuhkan anak-anak di wilayah tersebut, sehingga mereka tetap teredukasi dengan baik dan setidaknya masih ada harapan untuk hidup yang lebih baik.

Sekolah yang dikelola Juwarto tak hanya mengajarkan pendidikan formal, tetapi mengajak anak-anak untuk berkreasi dengan sampah yang ada di sekitarnya. Ia percaya bahwa sebagian sampah punya nilai yang bisa dikelola oleh warga di Bantar Gebang.

Produk kerajinan dan semacamnya adalah bukti bahwa sampah bisa didaur ulang dan punya nilai jual maupun nilai guna yang tinggi. Hal ini menjadi bagian dari pendidikan yang diajarkan di sekolah gratis tersebut.

"Ilmu yang diajarkan di sekolah ini bukan hanya soal pendidikan formal, tapi memberikan bekal penting untuk anak-anak sehingga dirinya bermanfaat," ungkap Juwarto.

(Martin Bagya Kertiyasa)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement