Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Penyintas Covid-19: Sesak Napas Tidak Ada saat Bernyanyi

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |12:27 WIB
Kisah Penyintas Covid-19: Sesak Napas Tidak Ada saat Bernyanyi
Lydia penyintas covid-19 (Foto: SCMP)
A
A
A

"Napas yang lebih panjang dapat membantu meningkatkan relaksasi dan mengurangi respons stres tubuh," kata Seneca Block, seorang pengawas terapi musik dan seni di sistem kesehatan Universitas Hospitals di negara bagian Ohio, Amerika Serikat.

"Inilah sebabnya latihan seperti yoga dan meditasi sangat fokus pada latihan pernapasan. Pernapasan yang terkontrol diperlukan juga saat bernyanyi atau memainkan harmonika dan ini terbukti memperbaiki pernapasan seseorang, artinya napasnya bisa lebih panjang," sambungnya.

Terapi harmonika sendiri digunakan oleh Block untuk pasien PPOK. "Alat musik itu mengajarkan mereka bahwa di level mana napas mereka ada dan dengan begitu dapat lebih baik penanganannya," ujar dia.

Pasien dengan gangguan pernapasan biasanya diberikan 'spirometer insentif' semacam perangkat alat medis untuk membantu mereka melatih paru-paru. Block menilai, terapi menyanyi bekerja dengan cara serupa dengan alat medis tersebut secara teknis.

"Spirometer insentif maupun bernyanyi atau memainkan alat musik tiup telah dikaitkan dengan tidur yang lebih baik, sesak napas yang terkendali, dan suasana hati yang lebih baik," kata Joanne Loewy, direktur Pusat Musik dan Kedokteran Louis Armstrong di Sistem Kesehatan Mount Sinai di New York.

Loewy sendiri adalah pemimpin dari paduan suara pasien pulih dari stroke. "Kami terus mencari cara untuk membantu orang tetap baik dengan musik," ujarnya.

Dan kini para peneliti tengah mempelajari apakah terapi musik atau bermain alat musik dapat diterapkan juga untuk pasien Covid-19. Studi yang tengah dijalankan terkait ini dilakukan di Inggris dengan nama ENO Breathe.

Di penelitian itu, 12 peserta dilibatkan untuk belajar latihan pernapasan dan nyanyian berdasarkan teknik penyanyi profesional. Pada akhir uji coba, peserta melaporkan peningkatan sistem pernapasan dan penurunan kecemasan.

(Dyah Ratna Meta Novia)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement