Secara lebih detail Keller menerangkan soal bagaimana tubuh bisa berhenti berfungsi akibat kepanasan. Dalam dunia medis, itu disebut dengan istilah hipertermia.
Pertama, tubuh akan merasa sangat lelah saat kepanasan. Ini ditandai dengan keluarnya keringat, mual, muntah, dan bahkan pingsan.
Kemudian, fase berikutnya denyut nadi akan berpacu yang memungkinkan jantung berdetak sangat kencang. Lalu, kulit akan menjadi super lembap.
"Kram otot bisa menjadi tanda awal kepanasan yang tak boleh disepelekan," tambah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).
Parahnya, saat tubuh benar-benar tak bisa menahan suhu panas, tubuh mengalami heat stroke. Kalau ini sudah terjadi, pertolongan terlambat akan mengakhiri nyawa seseorang.
"Racun akan bocor dari dalam tubuh, lalu memicu respons peradangan yang masif. Sel otot akan rusak dan memperburuk kondisi kesehatan, sampai akhirnya fungsi tubuh gagal bekerja dan kematian terjadi," tambah Keller.
(Helmi Ade Saputra)