Setelah pola perjalanan selesai perlu dilakukan sosialisasi sehingga pelaku usaha pariwisata dan masyarakat setempat tahu apa yang akan dilakukan setelah ini.
Dengan pola perjalanan wisata maka informasi seputar warisan tambang batu bara Ombilin akan lebih lengkap, katanya.
Ia menilai selama ini yang dilihat wisatawan adalah tambang batu bara hingga kereta uap pengangkut, padahal wisatawan juga perlu tahu kapan penambangan batu bara pertama kali, di mana dan oleh siapa sehingga terdokumentasi dengan baik.
"Setelah itu pelaku perjalanan wisata dapat mengeksekusi dengan membuat paket perjalanan," ujarnya.
Ia menambahkan pola perjalanan wisata ini sebelumnya sudah disusun di Borubudur dengan melibatkan daerah yang ada di sekitar objek wisata tersebut.
(Rizka Diputra)