ADA 5 fakta bom ‘Mother of Satan’ yang pernah ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia. Beberapa waktu lalu penduduk sekitar Gunung Ciremai atau Ceremai tepatnya di Majalengka, Jawa Barat digegerkan dengan penemuan bom seberat 35 kg di kaki gunung.
Penemuan bom ‘Mother of Satan’ ini berasal dari pengakuan Imam Mulyana, seorang napi terorisme jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Berbekal keterangan tersebut, tim Densus 88 Anti-Teror Polri bersama tim Jibom Brimob Polda Jabar, Inafis Polres Majalengka, tim Polres Majalengka, dan tim Lapas Sentul mengawal Imam Mulyana untuk melakukan pencarian.
BACA JUGA: 6 Kisah Misteri di Balik Keindahan Gunung Ceremai yang Melegenda
Dari proses pencarian bom tersebut, diketahui beberapa fakta menarik. Lantas, apa saja fakta bom ‘Mother of Satan’ yang pernah ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia? Untuk mengetahuinya, simak rangkuman berikut ini.
5 Fakta Bom ‘Mother of Satan’ yang Pernah Ditemukan di Gunung Ciremai Indonesia
1. Bom milik Imam Mulyana
Seperti telah disebutkan, penemuan peledak tersebut berkat keterangan dari seorang napi terorisme. Sebab, bom tersebut memang milik Imam Mulyana, jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Imam sendiri ditangkap saat kunjungan Presiden Joko Widodo ke Cirebon pada tahun 2017.
Kala itu, saat pengamanan di Bandara Cakrabuana, Cirebon, Densus 88 melihat adanya gerak-gerik seorang pemuda yang mencurigakan. Tak menunggu waktu lama, Imam lalu ditangkap dan diamankan. Dari penangkapan itu, Densus 88 menyita satu koper berisi sungkur, airsoft gun, dan buku berjihad.
2. Bom ditemukan 35 Kg di tempat tersembunyi
Setelah pengakuan Imam dan pencarian, tim akhirnya menemukan bom berupa bahan peledak TATP (Triacetone Triperoxide) sebanyak 35 kg di lokasi yang sulit dijangkau dan tersembunyi. Bahkan tempat tersebut dapat dikatakan tak lazim sebab melewati jalan-jalan yang tak terduga.
Ditemukan stoples berisi 10 kg TATP murni, botol plastik ukuran 250 ml berisi gotri atau besi bulat berukuran kecil, empat wadah plastik berisi TATP murni dan C1, serta setengah botol air minum berisi TATP yang sudah berubah warna. Bom TATP itu langsung dimusnahkan di sekitar lokasi penemuan.