Umbu menilai naiknya harga tiket pesawat ini menghambat dan memukul kebangkitan pariwisata di wilayah itu setelah pandemi Covid-19.
"Kami mendesak Pemprov NTB, turun tangan mengatasi melambungnya harga tiket pesawat ini," ucapnya.
Menurut dia, melambungnya harga tiket pesawat tidak sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata setelah dihantam pandemi Covid-19.
"Harga tiket pesawat ke Lombok sudah naik gila-gilaan. Kenaikannya, sudah enggak masuk akal," ujarnya.
Ia menyatakan, melambungnya harga tiket pesawat ke Lombok berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Wisatawan akan berpikir ulang berwisata ke Lombok dengan kenaikan harga tiket yang mencapai 100-150 persen.
Umbu memberikan contoh, saat ini harga tiket pesawat dari Bali ke Lombok di atas Rp1 juta. Sebelumnya, harga tiket pesawat dalam kondisi normal rute Bali-Lombok sebesar Rp400 ribu sekali jalan atau Rp800 ribu untuk bolak-balik. Namun sekarang harga tiket pesawat Bali-Lombok di atas Rp1 jutaan.
Begitu juga untuk rute Jakarta-Lombok. Harga tiket pesawat saat ini rata-rata Rp1,3 sampai Rp1,4 juta sekali jalan. Padahal dalam kondisi normal harga tiket pesawat Jakarta-Lombok paling tinggi Rp800 ribu.
"Harga tiket pesawat yang mahal ke Lombok itu, jelas enggak mendukung kebangkitan sektor pariwisata. Sementara di sisi lain, penerbangan internasional ke Bali sudah cukup banyak," tuturnya.