CUACA ekstrem yang tidak menentu, seperti panas terik saat siang hari dan hujan lebat di sore hari membuat tubuh rentan terkena penyakit. Ada sejumlah penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem melanda.
Penyakit-penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem ini menyerang saat daya tahan tubuh menurun. Ini dapat terjadi ketika tubuh terpapar oleh cuaca ekstrem.
Sebab, tubuh memerlukan adaptasi dengan perbedaan suhu tubuh yang signifikan ketika cuaca ekstrem terjadi. Berikut ini daftar penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem, seperti dirangkum pada Rabu (6/7/2022).
Batuk

Penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem di urutan pertama adalah batuk. Cuaca yang panas terik, hujan, berangin, dan debu-debu dapat menyebabkan penyakit batuk.
Penyakit batuk ini bisa disebabkan dari bakteri maupun virus. Di samping itu, batuk sendiri merupakan mekanisme pertahan tubuh saat saluran pernapasan sedang berusaha untuk mengeluarkan benda asing atau lendir di saluran napas.
Batuk pilek
Batuk pilek juga menjadi penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem. Sebab, virus penyebab batuk pilek ini berkembangbiak lebih cepat di musim atau cuaca ekstrem ini. Apalagi saat ini ada Covid-19 yang salah satu gejalanya agak mirip dengan batuk pilek.
BACA JUGA : Cuaca Ekstrem, Coba 6 Tips Ini agar Gak Mudah Sakit
Flu
Penyakit yang perlu diwaspadai saat cuaca ekstrem berikutnya yakni flu. Ini menjadi penyakit yang disebabkan oleh virus bernama Rhinovirus. Ketika kondisi cuaca tidak sedang menentu dan angin berembus kencang, virus akan mudah menyebar. Apalagi bila daya tahan tubuh sedang lemah.
BACA JUGA : Ahli Meteorologi Nilai Cuaca Ekstrem Tahun Ini Baru Dimulai
Sakit kepala
Naik turunnya suhu yang ekstrem ketika cuaca ekstrem dapat menyebabkan sakit kepala. Misalnya, bila cuaca begitu panas terik di siang hari dan Anda beraktivitas di luar rumah. Lalu, pada sore atau malam harinya cuaca kembali berubah dan turun hujan. Suhu terlalu dingin tersebut juga dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit. Hal inilah yang menghambat suplai darah menuju ke otak, yang membuat sakit kepala.