KASUS wabah PMK (penyakit mulut dan kuku) di Indonesia makin luas. Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Nasional Profesor Wiku Adisasmito menyampaikan bahwa ada 19 provinsi dan 223 kabupaten/kota yang terdampak wabah PMK.
"Sebagai informasi sampai dengan saat ini ada 19 provinsi dan 223 kabupaten/kota yang terdampak wabah PMK," ungkap Prof Wiku dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu (2/7/2022).
Baca juga: Sering Tidak Disadari, Ini 10 Ciri Infeksi Paru seperti Diidap Tjahjo Kumolo
Ia menjelaskan, ada 5 provinsi yang tertinggi dalam kasus wabah PMK. "Lima provinsi tertinggi yang terdampak PMK adalah Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jawa Tengah, Aceh, dan Jawa Barat," paparnya.
Guna mengantisipasi wabah PMK tersebut, Prof Wiku mengatakan penanganannya sama seperti covid-19. Di mana juga melibatkan seluruh kementerian/lembaga, TNI/Polri, media massa, pakar, dan masyarakat yang saling bekerja sama.
Baca juga: Mengenal Manfaat Pilates: Obati Skoliosis hingga Masalah Pinggul Usai Melahirkan
Sehubungan dengan hari raya Idul Adha, Prof Wiku mengimbau masyarakat tetap mematuhi peraturan yang sudah dikeluarkan pemerintah. Dalam hal ini berkaitan dengan daging kurban dan protokol kesehatan.
"Menjelang akhir Idul Adha diharapkan masyarakat bisa disiplin terhadap kebijakan yang diatur pemerintah agar menyempurnakan ibadah kurban yang khusyuk dan aman dari penularanan PMK," imbuhnya.