KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjadikan Pecinan Glodok sebagai salah satu desa wisata.
Langkah ini diharapkan dapat memotivasi serta menggali potensi dan menjadi penggerak ekonomi di kawasan tersebut.
Pecinan Glodok tak hanya kental budaya Tionghoa, tapi juga kolaborasi banyak etnis, seperti Sunda, Betawi, hingga Jawa, yang terbentuk selama ratusan tahun.
Adapun Pecinan Glodok memiliki potensi wisata di bidang sejarah, gedung-gedung tua, kesenian, kebudayaan, dan keagamaan.
Serta, potensi wisata di bidang belanja, kesehatan, dan kuliner khas peranakan yang beragam.
Sekretaris Kota (Seko) Jakarta Barat Iin Mutmainnah bahwa Pecinan Glodok juga bisa dijadikan lokasi streed food festival.
Namun, konsepnya masih akan digodok lebih lanjut.
"Tentu nanti akan dilakukan kajian, bagaimana lokasi yang tepat."