Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

HUT Ke-495 DKI Jakarta, Ini 5 Landmark Ikonik di Ibu Kota yang Mempesona

Kurniawati Hasjanah , Jurnalis-Selasa, 21 Juni 2022 |17:02 WIB
HUT Ke-495 DKI Jakarta, Ini 5 Landmark Ikonik di Ibu Kota yang Mempesona
Pelabuhan Sunda Kelapa (dok Sindonews)
A
A
A

DALAM rangka merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-495 DKI Jakarta, yuk cari tahu lima landmark ikonik di Ibu Kota yang bisa dikunjungi.

Setiap tanggal 22 Juni, DKI Jakarta akan merayakan hari jadinya.

Tahun ini DKI Jakarta akan berulang tahun yang ke-495 dengan mengusung tema Jakarta Hajatan, Celebrate Jakarta, Kolaborasi, Akselerasi, Elevasi.

Dimana peresmian rangkaian acara ini telah dilakukan di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu pada tanggal 24 Mei 2022 lalu.

Dirangkum Okezone, berikut lima landmark ikonik di Jakarta:

1. Pelabuhan Sunda Kelapa

Sebelum dinamakan Jakarta, kota ini bernama Sunda Kelapa karena berada di bawah kekuasaan kerajaan Sunda serta ditumbuhi banyak pohon kelapa. Nama Sunda Kelapa diganti menjadi Jayakarta setelah Fatahillah merebut kekuasaan.

Tak hanya bagus untuk tempat berfoto, wisatawan bisa mencoba menaiki kapal besar melewati jembatan bambu di pelabuhan.

Banyak juga nelayan di kapal kecil yang menawarkan jasa mengantarkan turis ke kapal besar.

infografis

BACA JUGA:Dear Traveler, Simak Rute dan Transportasi Umum ke Jakarta Fair 2022 di JIExpo Kemayoran

2. Menara Syahbandar

Menara yang jadi bagian Museum Bahari ini dulu berfungsi sebagai menara pantau utama yang mengontrol keluar masuknya kapal.

Nama Syahbandar diambil dari istilah profesi pengawas menara.

Kemiringan menara yang dibangun pada 1839 ini disebabkan usia getaran dari kendaraan berat yang melewati jalan di sampingnya.

Dahulu, Menara Syahbandar merupakan tempat titik 0 KM Jakarta sebelum dipindahkan ke Monas.

3. Museum Bahari

Museum ini dulunya dipakai oleh Belanda sebagai gudang rempah-rempah, sumber penyebab di balik alasan penjajah memperebutkan Indonesia yang memiliki banyak rempah-rempah berharga.

Museum ini menyimpan koleksi miniatur kapal serta sejarah Indonesia pada masa pendudukan Belanda. Mengingat museum ini dulu berfungsi sebagai gudang rempah, bangunannya dilengkapi dengan banyak jendela agar sirkulasi udara lancar.

4. Kota Tua

Museum Sejarah Jakarta alias Museum Fatahillah adalah bangunan mencolok yang ada di Kota Tua. Bangunan yang dulu berfungsi sebagai balai kota Batavia ini menyimpan koleksi perjalanan sejarah Jakarta.

Gedung ini memiliki penjara bawah tanah yang pernah ditempati oleh Pangeran Diponegoro dan Cut Nyak Dien sebelum mereka diasingkan ke kota lain.

Lapangan di depan Museum Fatahillah jadi tempat berkumpul sekaligus tempat mempertontonkan proses eksekusi tahanan. Ketika eksekusi berlangsung, semua orang di sana mau tidak mau harus menjadi saksi mata.

5. Gedung Chandra Naya

Sekilas, hanya terlihat hotel Novotel Gajah Mada di sini, tapi bila wisatawan lebih seksama, sebetulnya ada gedung bersejarah bernama Chandra Naya.

Salah satu cagar budaya DKI Jakarta ini merupakan rumah milik kapiten Cina terkaya pada masanya.

Candra Naya yang pernah didiami keluarga Khouw van Tamboen bisa dimasuki secara gratis, namun pengunjung tak boleh membawa kamera profesional untuk berfoto.

(Kurniawati Hasjanah)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement