Proses dirinya kuliah ilmu hukum disebut Vama cukup lancar. Mulai dari nilai akademik, lulus dengan waktu yang relatif cepat, bahkan dirinya pun senang belajar mengenai hukum.
Gejolak dimulai setelah lulus, ada sesuatu yang berbeda dengan dirinya. Ia merasa bahwa bekerja atau berprofesi yang berkaitan dengan hukum, tiba-tiba tidak sejalan dengan hati dan mimpinya.
"Secara teoritis aku juga suka belajar hukum, lulus lumayan cepat, nilai lumayan oke. Tapi kalau untuk praktiknya aku merasa tidak (nyaman)," ujarnya.
Setelah itu, Vama mencoba berbagai profesi yang benar-benar keluar dari jalur hukum. Mulai dari makeup artist (MUA), konten kreator dan kini ia berprofesi sebagai ESports Team Commercial Operation.
Meskipun mulanya kedua orangtuanya tidak mengetahui tentang pekerjaannya ini, namun lambat laun akhirnya bisa menerima Vama menjadi dirinya sendiri yang tidak terpaku dengan apa yang sudah dikonsep oleh keluarganya sejak masih remaja dulu.
BACA JUGA:Podcast Aksi Nyata: Kontrol Penggunaan Sosial Media Demi Kesehatan Mental
BACA JUGA:Seberapa Penting Medical Check Up? Simak Jawaban Pakar di Podcast Aksi Nyata Perindo
Vama merasa lebih menikmati dunia yang ia geluti sekarang, ia mengaku dirinya merasa bisa jauh lebih berekspresi, dan terlebih ia tidak merasa kaku.
"Kalau di hukum itu kan terlalu kaku ya. Tapi kalau di talent, di agency itu lebih bebas berekspresi," tutupnya.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.