"Beberapa negara di dunia mengalami kenaikan kasus, dan konsisten karena varian baru BA.4 dan BA.5. Pertama kali teridentifikasi di Afrika," imbuhnya.
Meskipun mengalami kenaikan kasus, Menkes Budi menyebut, jika tingkat keparahan hingga kematian lebih rendah, dibandingkan varian sebelumnya Delta maupun Omicron.
"Jadi walaupun memang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara, tetapi puncak kasus, puncak hospitalisasi (rawat inap) dan kematiannya lebih rendah dibandingkan Omicron sebelumnya," pungkas Menkes Budi.
(Rizky Pradita Ananda)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.