"Kami tidak mengerti, mengapa pemberitaan cacar monyet yang terjadi di negara non Afrika, tapi foto yang ditampilkan tangan anak-anak Afrika yang kena cacar monyet. Tidak ada hubungannya itu," lanjutnya.
Di sisi lain, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyetujui gagasan ini. Ya, gagasan untuk mengganti nama virus cacar monyet tersebut. "Ada dukungan besar untuk hal itu," kata Maria Van Kerkhove, kepala unit penyakit baru dan zoonosis di program darurat WHO.
Meski mendapat dukungan WHO, untuk mengganti suatu nama penyakit atau virus, keputusan ada di tangan organisasi yang dikenal dengan sebutan Komite Internasional untuk Taksonomi Virus. Organisasi itu juga yang memberi nama SARS-CoV2, dan WHO yang memberi nama Covid-19.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.